“Dibalik Tirai Pengadilan Pidana Internasional: Melacak Kejahatan Terberat di Panggung Global”

oleh -41 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – International Criminal Court (ICC) atau Pengadilan Pidana Internasional, mengemuka sebagai penegak hukum global yang menyidik dan mengadili individu atas kejahatan-kejahatan paling serius yang meresahkan dunia. Dengan fokus pada genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan agresi, ICC memainkan peran penting dalam upaya mengakhiri impunitas.

ICC, sebagai pengadilan internasional permanen pertama di dunia yang diatur oleh Statuta Roma, beroperasi sebagai pelengkap pengadilan nasional. Melalui perjanjian internasional ini, ICC berkontribusi pada upaya global untuk mengakhiri impunitas dan memastikan pertanggungjawaban pelaku kejahatan.

banner 336x280

Apa yang Menjadi Fokus ICC? Menurut laman resminya (icc-cpi.int), ICC memiliki fokus utama pada empat jenis kejahatan utama:

  1. Genosida: Tindakan dengan maksud menghancurkan sebagian atau seluruh kelompok bangsa, etnis, ras, atau agama.
  2. Kejahatan terhadap Kemanusiaan: Melibatkan serangan terhadap penduduk sipil, pembersihan etnis, dan kekerasan seksual.
  3. Kejahatan Perang: Pelanggaran serius terhadap hukum humaniter perang, terhadap penduduk sipil atau tentara.
  4. Kejahatan Agresi: Perencanaan, persiapan, inisiasi, atau eksekusi perang agresi melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

ICC tidak bertujuan menggantikan pengadilan nasional; sebaliknya, ICC dapat turun tangan ketika suatu negara tidak mampu atau tidak mau menuntut pelaku kejahatan internasional.

Bagaimana Proses ICC Berjalan? Proses pengadilan dimulai dengan pemeriksaan pendahuluan setelah kejahatan terjadi. Berikut adalah tahapan proses hukum ICC:

  1. Pemeriksaan Pendahuluan: Penilaian awal untuk menentukan apakah ada cukup bukti untuk memulai penyelidikan lebih lanjut.
  2. Penyelidikan: Pengumpulan bukti untuk mendukung dakwaan dan menentukan apakah kasus tersebut layak diadili.
  3. Pra-Sidang: Pengadilan memutuskan apakah kasus tersebut layak diadili.
  4. Uji Coba: Proses pengadilan formal di hadapan hakim yang melibatkan pengajuan bukti dan pembelaan.
  5. Tahap Banding: Pihak yang tidak puas dengan keputusan pengadilan dapat mengajukan banding.
  6. Penegakan Hukuman: Jika terdakwa dinyatakan bersalah, pengadilan menentukan hukuman yang sesuai.

ICC, melalui perannya yang unik, berupaya untuk mengakhiri siklus kejahatan internasional dan memberikan keadilan kepada korban. Dengan fokus pada keadilan dan pertanggungjawaban, ICC terus menjadi aktor penting dalam upaya global untuk mencapai perdamaian dan keadilan di dunia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.