Dokter Gaza: Serangan Israel pada Rumah Sakit, Kekacauan Kesehatan dan 12 Korban Jiwa

oleh -13 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Konflik berkepanjangan antara Hamas Palestina dan Israel menimbulkan dampak serius terutama di sektor kesehatan. Sejumlah rumah sakit di Gaza, termasuk Al-Shifa dan Al-Ahli Arab, hancur akibat serangan dari pasukan Israel. Yang lebih mengejutkan, Rumah Sakit Indonesia di Gaza juga menjadi target baru serangan, mengakibatkan 12 korban jiwa.

Menurut sumber dari lapangan, serangan Israel terhadap sektor kesehatan di Gaza disoroti sebagai bagian dari strategi militer yang kontroversial. Dr. Ghassan Abu Sittah, seorang dokter yang pernah bekerja di Rumah Sakit Al-Shifa dan Al-Ahli Arab, menilai bahwa penghancuran sistem pelayanan kesehatan di Gaza bukan kebetulan, melainkan bagian dari agenda utama untuk melemahkan rakyat Palestina.

banner 336x280

“Dalam konflik ini, yang membedakannya dari konflik sebelumnya yang pernah saya alami di Gaza, serta wilayah lain seperti Yemen, Irak, dan Suriah, adalah fokus penghancuran sistem pelayanan kesehatan yang menjadi prioritas utama dalam strategi militer Israel,” ungkap Abu Sittah seperti dilaporkan oleh Al Jazeera pada Selasa (21/11/2023).*

Sittah menyoroti bahwa sekitar 800.000 orang saat ini kehilangan akses ke layanan kesehatan yang memadai, termasuk warga Palestina yang hanya menerima penanganan dasar karena pasokan obat-obatan yang semakin menipis.

“Lebih dari 500 pasien luka-luka di Rumah Sakit Al-Ahli (Arab) menjadi korban ketika persediaan obat mulai menipis,” tambahnya.*

Sittah berpendapat bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan adalah upaya lanjutan Israel untuk menargetkan korban selamat di Palestina. Dengan tidak adanya rumah sakit dan fasilitas kesehatan, korban yang selamat dari serangan Israel tidak dapat mengobati luka mereka, meningkatkan risiko kematian mereka. “Saya yakin ini adalah bagian dari strategi militer mereka. Pasien yang bertahan dari serangan pertama akan dihadapkan pada situasi di mana mereka tidak dapat bertahan dari luka mereka karena penghancuran sistem pelayanan kesehatan,” tegasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.