Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Terhadap Mantan Menteri Pertanian

oleh -28 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Polisi Resmi Tetapkan Firli Bahuri, Ketua KPK, sebagai Tersangka dalam Kasus Dugaan Pemerasan terhadap Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Polda Metro Jaya merilis perkembangan terbaru terkait kasus dugaan pemerasan yang melibatkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Polisi resmi menetapkan Ketua KPK, Firli Bahuri, sebagai tersangka dalam kasus ini.

banner 336x280

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, menyampaikan pengumuman tersebut dalam sebuah gelar perkara yang digelar pada Rabu (22/11/2023) pukul 19.00 WIB.

“Penetapan tersangka dilakukan setelah hasil penyidikan menemukan bukti yang cukup terkait dugaan tindak pidana korupsi, berupa pemerasan atau penerimaan gratifikasi atau hadiah atau janji oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara yang berhubungan dengan jabatannya,” ujar Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Firli Bahuri diduga terlibat dalam pemerasan, penerimaan gratifikasi, atau penerimaan hadiah dan janji terkait penanganan permasalahan hukum di Kementerian Pertanian selama kurun waktu 2020-2023. Firli dijerat dengan Pasal 12e atau 12B atau Pasal 11 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2021 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 KUHP.

Kasus ini bermula dari aduan masyarakat yang disampaikan ke Polda Metro Jaya pada 12 Agustus 2023, terkait dugaan pemerasan pimpinan KPK dalam penanganan perkara di Kementerian Pertanian pada tahun 2021.

Pihak kepolisian telah melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk klarifikasi dan pengumpulan alat bukti. Setelah gelar perkara pada Jumat (6/10), kasus ini naik ke tahap penyidikan. Puluhan saksi, termasuk Firli Bahuri dan mantan Menteri Pertanian SYL, telah diperiksa dalam proses penyidikan. Selain itu, beberapa tokoh seperti Kapolrestabes Semarang, ajudan Firli Bahuri, Direktur Dumas KPK, dan saksi ahli mantan pimpinan KPK juga telah dimintai keterangan.

Pihak kepolisian juga telah melakukan penggeledahan di rumah pribadi Firli di Bekasi dan rumah rehatnya di Kertanegara 46, Jakarta Selatan. Sejumlah dokumen yang dianggap penting turut disita oleh penyidik.

Kombes Ade Safri Simanjuntak menjelaskan bahwa ada tiga dugaan kasus yang ditemukan dalam penyelidikan, yakni pemerasan, penerimaan gratifikasi, dan penerimaan hadiah terkait penanganan kasus di Kementerian Pertanian RI pada periode 2020-2023.

Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat melibatkan pejabat tinggi negara, yang seharusnya menjadi teladan dalam menjalankan tugasnya. Proses hukum selanjutnya akan menjadi fokus perhatian untuk menentukan kebenaran atas tuduhan ini.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.