Dengue-Free Jakarta? Pemprov DKI Rencana Sebar Nyamuk Wolbachia di Jakarta Barat

oleh -11 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengambil langkah inovatif dalam menangani kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan menyebarkan nyamuk wolbachia di wilayah Kembangan, Jakarta Barat. Eksperimen ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi kasus DBD di ibu kota.

Kasie Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama, menjelaskan bahwa nyamuk wolbachia akan dimasukkan ke dalam nyamuk Aedes aegepty. Bakteri wolbachia yang secara alami ada di 60 persen serangga tersebut akan membuat nyamuk tidak dapat lagi membawa virus DBD.

banner 336x280

“Nyamuk Aedes aegepty dimasukkan bakteri wolbachia yang selama ini juga secara alami ada di 60 persen serangga. Nanti bakteri wolbachia ini yang akan membuat nyamuk Aedes tersebut tidak dapat lagi membawa virus demam berdarah sehingga nyamuk Aedes yang menggigit manusia tidak akan membuat sakit DBD,” ungkap Ngabila.

Ngabila menegaskan bahwa eksperimen ini tidak akan memandulkan nyamuk atau mengurangi populasi. Nyamuk jantan dan betina masih dapat saling kawin, namun perkawinan tersebut akan menghasilkan nyamuk Aedes yang membawa wolbachia.

“Populasi nyamuk tidak berkurang, tetap bisa saling kawin dan berkembang biak, tapi yang dihasilkan terus nyamuk Aedes yang sudah berwolbachia sehingga kedepan kasus DBD sangat dapat ditekan bahkan bisa jadi 0 kasus dan target 0 kematian tahun 2030 dapat tercapai sesuai target global (WHO),” tambahnya.

Ngabila menekankan bahwa efek samping dari gigitan nyamuk berwolbachia hanyalah bentol di kulit semata. Nyamuk Aedes aegepty yang sebelumnya dapat menularkan DBD kini berubah menjadi nyamuk kebun pada umumnya.

“Hanya menjadikan bentol saja seperti nyamuk kebun biasa. Tidak ada efek apa pun atau efek berbahaya dari manusia yang digigit nyamuk Aedes berwolbachia,” terangnya.

Uji coba penggunaan nyamuk wolbachia akan dimulai di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, sebagai percontohan pada awal Desember 2023. Sekitar 4.100 ember bibit nyamuk berbakteri wolbachia akan digunakan dalam eksperimen ini dan akan terus dipantau perkembangannya setiap dua pekan sekali oleh “orang tua asuh” yang merupakan pemilik rumah tempat ember-ember tersebut ditempatkan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.