Kepala Sekolah Pulangkan Siswa Lebih Cepat, Disdik DKI Jakarta Langsung Bertindak

oleh -8 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Sebuah kejadian unik terjadi di SDN 09 Tanah Tinggi, Johar Baru, ketika Kepala Sekolah memulangkan siswanya lebih cepat pada pukul 08.30 WIB untuk mengikuti rapat guru. Hal ini menjadi sorotan setelah Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta memberikan perintah tegas untuk mengganti jam belajar yang hilang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, menyatakan bahwa perintah tersebut bukanlah usulan, melainkan suatu perintah yang harus dilaksanakan oleh pihak sekolah. “Kepala sekolah harus ganti jam efektif (belajar),” ungkap Purwosusilo kepada wartawan pada Minggu (26/11/2023).

banner 336x280

Pertukaran informasi antara Disdik DKI Jakarta dan SDN 09 Tanah Tinggi sudah terjadi terkait penggantian jam belajar pada Jumat (24/11). Selanjutnya, sekolah akan berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk menentukan bentuk penggantian yang sesuai dengan kondisi riil.

“Pesan kami kepada kepala sekolah adalah untuk mengganti jam belajar, kemudian bentuk penggantinya harus dikomunikasikan dengan orang tua siswa,” tambah Purwosusilo.

Pihak sekolah diharapkan telah menyusun teknis pengganti jam belajar pada Senin (27/11). Disdik DKI Jakarta sendiri akan menyusun edaran sebagai panduan pelaksanaan.

“Hari Senin ini, kami akan buat edaran untuk seluruh kepala sekolah. Sebelum diedarkan, kita akan melakukan penjajakan pendapat terlebih dahulu ke sekolah-sekolah,” jelas Purwosusilo.

Kejadian ini bermula ketika Heru Budi, pejabat setempat, kepergok melihat sejumlah siswa pulang sekolah pada pukul 08.30 WIB saat melakukan peninjauan di Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru. Terkejut dengan temuannya, Heru Budi langsung menghubungi Purwosusilo untuk mengklarifikasi situasi.

Ternyata, alasan kepala sekolah memulangkan siswa lebih awal adalah untuk mengikuti rapat persiapan penilaian kinerja kepala sekolah. Purwosusilo menegaskan bahwa memulangkan siswa demi rapat tidak dapat diterima, dan kepala sekolah tersebut telah diberi peringatan serta diminta membuat surat pernyataan.

“Dalam rangka pembinaan, kami berikan peringatan. Dan juga membuat surat pernyataan jika nanti ternyata setelah diberikan peringatan ternyata kelalaian atau kesengajaan melakukan lagi, ya baru kita proses secara hukuman disiplin,” tegas Purwosusilo.

Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi pihak sekolah dan menciptakan perhatian lebih terhadap efektivitas jam belajar dan tanggung jawab terhadap siswa. Disdik DKI Jakarta berkomitmen untuk memastikan bahwa kebijakan pendidikan tetap berjalan dengan baik demi kesejahteraan para siswa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.