Operasi Bersama Bea Cukai dan Kejaksaan Ungkap Peredaran Rokok Ilegal di Pasuruan

oleh -9 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Bea Cukai Pasuruan dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan secara resmi mengumumkan hasil penyidikan terpadu terhadap pelaku peredaran rokok ilegal di wilayah Pasuruan. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas penindakan sebelumnya terhadap sebuah mobil penumpang yang membawa rokok tanpa pita cukai atau rokok polos.

“Sinergi antara Bea Cukai Pasuruan dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan adalah bentuk konkret dari upaya bersama dalam memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Pasuruan,” ujar Hatta Wardhana, Kepala Kantor Bea Cukai Pasuruan, dalam keterangan tertulis pada Senin (27/11/2023).

banner 336x280

Berdasarkan operasi penindakan ini, Hatta melaporkan bahwa tim Bea Cukai Pasuruan berhasil mengidentifikasi dua tersangka, yakni JIE dan RM, yang bertindak sebagai kenek. Mereka diduga menerima rokok polos dari MZ di Pamekasan dengan tujuan pengiriman ke S di Situbondo.

“Barang buktinya berupa 12 merek rokok ilegal dengan total 316.800 batang. Rokok-rokok tanpa pita cukai ini memiliki nilai sebesar Rp 401.504.000. Tindakan ini menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 277.301.816,” ungkapnya.

Hatta berharap bahwa tindakan ini dapat memberikan efek jera kepada para pelaku dan sekaligus menjadi peringatan bagi pelaku usaha untuk taat dan patuh terhadap perundangan yang berlaku.

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan upaya pemberantasan rokok ilegal guna melindungi keuangan negara dan menciptakan lingkungan usaha yang sehat,” tambahnya.

Operasi bersama Bea Cukai dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan ini menjadi langkah konkret dalam menanggulangi peredaran rokok ilegal di wilayah Pasuruan, mendukung kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, dan menjaga integritas ekonomi negara. [Sumber: Liputan6](tautan_narasumber).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.