Diplomasi dalam Aksi: Hamas Membebaskan 11 Sandera Warga Ganda Sementara Israel Membebaskan 33 Tahanan Palestina

oleh -8 Dilihat
oleh
banner 468x60

Gaza – Dalam langkah luar biasa menuju perdamaian, fase keempat pembebasan sandera terungkap pada Senin malam (27/11) waktu setempat, dengan Hamas membebaskan 11 sandera, semuanya memiliki kewarganegaraan ganda. Sebagai imbalannya, Israel membebaskan 33 tahanan Palestina, sebagian besar terdiri dari anak-anak.

Seperti dilaporkan oleh AFP dan Al Arabiya pada Selasa (28/11/2023), pembebasan 11 sandera terjadi selama hari keempat gencatan senjata di Gaza. Sandera yang dibebaskan oleh Hamas diserahkan kepada Palang Merah Internasional untuk selanjutnya dibawa ke Israel.

banner 336x280

Dalam pernyataan terpisah, militer Israel mengonfirmasi bahwa sandera tersebut sedang dalam perjalanan ke wilayah mereka.

“Berdasarkan informasi yang diterima dari Palang Merah, 11 sandera saat ini sedang dalam perjalanan menuju wilayah Israel,” demikian pernyataan militer Israel.

Qatar, sebagai mediator dalam kesepakatan ini, mengungkapkan bahwa 11 sandera yang dibebaskan oleh Hamas pada Senin malam memiliki kewarganegaraan ganda. Mereka terdiri atas tiga warga Israel-Prancis, dua warga Israel-Jerman, dan enam warga Israel-Argentina.

Sebagai pertukaran, Israel membebaskan 33 tahanan Palestina dari penjaranya pada Selasa (28/11) dini hari. Media lokal yang terafiliasi dengan Hamas melaporkan bahwa para tahanan Palestina yang dibebaskan itu terdiri dari 30 anak dan tiga tahanan perempuan.

Para tahanan Palestina itu dibawa ke Ramallah di Tepi Barat setelah dibebaskan dari penjara Israel. Penduduk Ramallah menyambut kedatangan bus yang membawa para tahanan Palestina tersebut dengan antusias.

Hamas dan Israel sebelumnya sepakat untuk gencatan senjata selama empat hari, dimulai dari Jumat (24/11) lalu, dalam suatu kesepakatan yang melibatkan pembebasan sandera di Gaza, pembebasan tahanan Palestina dari penjara Israel, dan masuknya bantuan kemanusiaan ke kantong Palestina itu.

Sesuai kesepakatan awal, gencatan senjata di Gaza seharusnya berakhir pada Senin (27/11) waktu setempat. Namun Qatar, yang menjadi salah satu mediator dalam kesepakatan itu, mengumumkan bahwa perpanjangan gencatan senjata selama dua hari telah disepakati.

Qatar menyatakan bahwa kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata ini mengharuskan Hamas untuk membebaskan setidaknya 10 sandera di Gaza setiap harinya, dengan imbalan pembebasan tiga kali lipat tahanan Palestina yang ditahan Israel.”

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.