Mpox Mengintai: Fenomena Gunung Es Penularan di Kelompok Berisiko, Respons Kesehatan RI

oleh -12 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Kementerian Kesehatan Indonesia merespons dengan serius prediksi meningkatnya kasus Mpox di Indonesia, yang disebut telah mencapai seribu kasus dengan satu kematian dilaporkan. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengakui bahwa potensi tersebut memang tak dapat diabaikan.

Dalam setahun terakhir, dengan laju penularan Mpox yang terus meningkat, perkiraan jumlah kasusnya bahkan mencapai lebih dari 3 ribu. Dr. Nadia menjelaskan fenomena ini sebagai bagian dari pola umum saat infeksi atau penyakit menyebar di kelompok berisiko, mirip dengan penyebaran penyakit HIV.

banner 336x280

“Sama seperti penyakit HIV, Mpox juga memiliki fenomena gunung es,” terang dr. Nadia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/11/2023).

Menurutnya, hal yang paling penting adalah terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko penularan, terutama dalam konteks hubungan intim. Hingga saat ini, penularan Mpox dilaporkan terutama melalui aktivitas seksual, terutama pada kelompok berisiko seperti mereka yang sering mengganti pasangan.

“Penting untuk dicatat bahwa Mpox ini cenderung menyerang kelompok berisiko, seperti orang yang berhubungan seksual berisiko tinggi, sering berganti pasangan, LSL (laki-laki seks laki-laki), dan hingga saat ini belum ditemukan pada perempuan,” tambah dr. Nadia.

Meskipun pemerintah baru mengidentifikasi 59 kasus Mpox, di luar satu kasus yang berujung pada kematian, ada satu pasien dengan gejala serius yang mengeluhkan sesak napas. Namun, kondisinya dilaporkan terus membaik.

Dr. Nadia menekankan bahwa Kementerian Kesehatan RI telah melakukan upaya surveilans yang ketat, termasuk contact tracing. Dari hasil penelusuran kasus positif, hampir selalu ditemukan satu hingga dua kasus tambahan yang tertular.

Meski demikian, dr. Nadia meminta masyarakat agar tidak panik karena presentase kesembuhan dilaporkan relatif tinggi, melampaui 50 persen. Dibandingkan dengan COVID-19, kecepatan penularan Mpox jauh lebih rendah.

“Kita tidak perlu khawatir karena ini bukan penyakit seperti COVID-19, yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi, bisa mencapai 4 ribu kasus dalam satu hari,” ungkap dr. Nadia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.