Pintu Rahasia Debat Capres-Cawapres Terbuka: KPU Umumkan Kesepakatan Timses di Balik Layar

oleh -3 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, 7 Desember 2023 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka tabir rapat tertutup dengan timses tiga pasangan capres dan cawapres, mengenai agenda debat yang bakal memeriahkan pesta demokrasi. Pertemuan rahasia tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan yang akan membentuk dinamika debat kandidat.

Rapat yang digelar di gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/12) kemarin, dihadiri oleh perwakilan ketiga pasangan capres dan cawapres. Timnas AMIN dan TKN Prabowo-Gibran menjadi pemain utama dalam perbincangan yang mengungkap beberapa poin menarik:

banner 336x280

 1. Proporsi Debat

Salah satu hasil rapat tersebut mengenai proporsi debat capres dan cawapres. Ketua KPU, Hasyim Asy’ari, menyatakan bahwa proporsi debat terdiri atas 3 kali debat capres dan 2 kali debat cawapres. Dengan demikian, pertarungan argumen antara capres dan cawapres akan lebih seimbang.

 2. Capres-Cawapres Saling Mendampingi

Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa pasangan calon capres-cawapres harus hadir di setiap sesi debat sebagai pendamping. Kehadiran ini dianggap sebagai dukungan dan menghadirkan suasana yang lebih dinamis. Meskipun, perlu dicatat bahwa hanya yang berbicara adalah capres pada debat capres dan cawapres pada debat cawapres.

 3. Maksimal 50 Orang Tiap Timses Paslon

Diskusi juga menyentuh jumlah maksimal perwakilan timses paslon yang boleh hadir di lokasi debat. KPU membatasi hanya 50 orang dari setiap timses paslon yang diperbolehkan hadir di setiap sesi debat.

 4. 5 Tema Debat

Hasyim Asy’ari mengungkapkan lima tema debat yang telah disampaikan kepada para paslon. Tema-tema ini mencakup pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, ekonomi, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, hingga teknologi informasi.

 5. Tak Ada Usul Debat Bahasa Inggris

Ketua KPU menegaskan bahwa tidak ada usulan untuk menggelar debat menggunakan bahasa Inggris. Meskipun demikian, jika pasangan capres-cawapres memilih untuk berbicara dalam Bahasa Inggris, KPU mempersilakan, meskipun bahasa Indonesia tetap menjadi pilihan utama.

Dengan demikian, jalan menuju debat capres-cawapres yang menarik dan informatif telah terbuka lebar. Kesepakatan-kesepakatan ini menciptakan panggung debat yang seimbang dan dinamis untuk memamerkan visi dan program para kandidat dalam meraih kepercayaan masyarakat. Periode penuh tantangan dalam persaingan politik pun semakin mendekat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.