Gibran Rakabuming Raka, Cawapres yang Tetap Autentik Meski Dibully

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Kandidat Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka dari Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran menegaskan bahwa dirinya akan tetap mempertahankan gaya autentiknya, tanpa polesan salon, dalam menghadapi debat politik. Meski sebelumnya mendapat kritik dari lawan politik, Gibran diyakini akan tetap tampil dengan visi yang jelas, sopan, rendah hati, baik hati, dan ramah.

Viva Yoga Muladi, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, menyatakan, “Mas Gibran akan tetap dengan gayanya yang otentik, tanpa polesan salon, tampil apa adanya sebagai seorang Gibran yang memiliki visi, sopan, rendah hati, baik hati, dan ramah,” pada Minggu (24/12/2023).

banner 336x280

Yoga menambahkan bahwa Gibran tidak akan terpengaruh oleh pernyataan negatif dari pihak manapun. Meskipun menghadapi bully dan kritik, Gibran diyakini akan tetap prima dan siap menghadapi debat selanjutnya.

“Walaupun di bully, dimaki, direndahkan dengan bahasa dan kata yang bernada negatif, Mas Gibran akan tetap tampil prima, siap lahir batin menghadapi debat selanjutnya,” ujar Yoga.

Menurut Wakil Ketua Umum PAN, Gibran berhasil mengubah perspektif awal publik yang meragukan kemampuannya dalam debat. Saat debat cawapres sebelumnya, Gibran mampu menunjukkan kualitasnya dalam menjelaskan secara baik dan ilmiah, menguasai terminologi ekonomi digital, serta memahami masalah kebangsaan.

Dalam perdebatan cawapres 2024, Gibran mencuatkan pertanyaan mengenai State of the Global Islamic Economy (SGIE) kepada lawannya, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Pertanyaan ini menjadi sorotan karena Cak Imin mengaku tidak memahami istilah yang diajukan oleh Gibran.

Gibran’s Unique Question Sparks Debate

Pertanyaan unik yang diajukan oleh Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, mengenai State of the Global Islamic Economy (SGIE) dalam debat cawapres 2024 telah mencuri perhatian. Muhaimin Iskandar (Cak Imin), cawapres nomor urut 1, terang-terangan mengaku tidak memahami istilah yang ditanyakan oleh Gibran.

Anies Baswedan, yang merupakan pendukung Cak Imin, membela cawapresnya dengan menyatakan bahwa penilaian akhir tetap berada di tangan masyarakat. “Tapi nanti publik menilai apakah memang ini format cerdas cermat untuk hafalan atau ini format tentang gagasan ideologi dan nilai yang diwujudkan dalam kebijakan,” ujar Anies setelah debat cawapres di JCC, Jakarta Pusat, pada Jumat (22/12).

Anies menegaskan bahwa pertanyaan tersebut sah untuk diajukan, tetapi ia juga memberikan pendapat bahwa kualitas pertanyaannya kurang memiliki substansi. “Padahal semakin tinggi posisi semakin berfokus pada substansi. Dan di tingkat kepemimpinan nasional pada tingkat substansi. Tapi sebagai aspek pertanyaan sah saja,” tambahnya.

Dengan demikian, pertarungan politik di tingkat cawapres tidak hanya mengusung isu-isu klasik, tetapi juga menciptakan momen unik yang menarik perhatian masyarakat. Gibran Rakabuming Raka, dengan gaya autentiknya, terus menarik perhatian publik dalam dinamika pesta demokrasi Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.