Firli Bahuri Ajukan Pengunduran Diri dari KPK, Tunggu Keputusan Jokowi

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Firli Bahuri, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Setelah sebelumnya suratnya tidak dapat diproses, Firli memperbaiki surat pengunduran diri tersebut.

Firli sebelumnya mendapat tanggapan bahwa suratnya tidak sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Undang-Undang (UU) KPK. Menyikapi hal ini, Firli melakukan revisi dengan menghapus pernyataan ‘berhenti’ yang terdapat dalam surat sebelumnya.

banner 336x280

“Selanjutnya saya melakukan perbaikan atas surat saya dan saya menyatakan bahwa saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Pimpinan KPK (Ketua merangkap Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi),” kata Firli dalam keterangan tertulis pada Senin (26/12/2023).

Surat perbaikan tersebut dikirimkan pada Sabtu (23/12), sehari setelah surat Firli sebelumnya tidak dapat diproses. Firli kini menunggu keputusan dari Presiden Jokowi.

“Adapun surat pengunduran diri saya dari pimpinan KPK (ketua merangkap anggota) telah saya sampaikan kepada Mensesneg Pada hari Sabtu tanggal 23 Desember 2023. Selanjutnya saya menunggu arahan dan keputusan Presiden,” ujarnya.

Firli berharap revisi surat permohonan pemberhentian dapat diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. “Saya berharap dengan surat pengunduran diri saya, proses pemberhentian saya sebagai Pimpinan KPK (Ketua merangkap anggota) dapat berjalan lancar karena pengunduran diri saya telah saya sesuaikan dengan ketentuan Pasal 32 UU 30/2002 terkait syarat pemberhentian pimpinan KPK,” ujarnya.

Menurut Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, Kemensetneg membenarkan penerimaan surat pengunduran diri Firli dari KPK. Surat tersebut sedang dalam proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Pada hari Sabtu sore, tanggal 23 Desember 2023, Kemensetneg telah menerima surat dari Bapak Firli Bahuri kepada Presiden, tertanggal 22 Desember 2023, yang menyampaikan permohonan pengunduran diri yang bersangkutan sebagai Ketua dan Pimpinan KPK,” kata Ari.

Sebelumnya, Istana menyatakan bahwa surat pengunduran diri Firli belum dapat diproses lebih lanjut karena hanya menyatakan ‘berhenti’, bukan ‘mengundurkan diri’. Pernyataan berhenti dianggap tidak sesuai dengan syarat pemberhentian Pimpinan KPK sebagaimana diatur dalam Pasal 32 UU KPK.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.