Tragedi Meninggalnya Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe: Gagal Ginjal Tutup Hidupnya di RSPAD Gatot Subroto

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, 26 Desember 2023 – Duka mendalam menyelimuti negeri ini dengan berita mengejutkan kepergian Mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe. Lukas meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Paviliun Kartika, tepat pukul 11 pagi, demikian disampaikan oleh pengacaranya, Petrus Bala Pattyona, kepada detikcom pada Selasa (26/12/2023).

Menghadapi beberapa penyakit kompleks, Lukas Enembe telah menjalani perjalanan kesehatan yang sulit, terakhir kali harus berjuang melawan gagal ginjal yang menyebabkan kepulangannya yang tak terduga.

banner 336x280

Dokter pribadinya, dr. Anton Mote, pada 12 Januari 2023, mengungkapkan bahwa Lukas Enembe mengalami komplikasi serangkaian penyakit, termasuk sakit jantung, tekanan darah tinggi, ginjal, diabetes, dan stroke yang sudah beberapa kali menimpanya. Bahkan, mantan Gubernur Papua itu pernah dirawat di RSPAD karena sakit stroke.

“Saat sidang tindak pidana pencucian uang (TPPU), Lukas beberapa kali tak bisa hadir karena harus dirawat akibat penyakitnya. Pada 17 Juli, kuasa hukumnya, Petrus Bala, mengabarkan bahwa kondisi ginjal Lukas sudah mencapai stadium akhir,” ungkap dr. Anton.

Petrus Bala melaporkan bahwa Lukas harus mengonsumsi makanan lembut, seperti bubur, karena kesehatan ginjalnya yang sangat kritis. Dia menekankan bahwa perubahan pola makan tersebut dipengaruhi oleh kondisi kesehatan yang memprihatinkan.

“Jadi, ginjal Pak Lukas sangat kritis. Soal makanan sangat penting. Kalau dulu dia makan nasi dan ubi, sekarang makanan yang diinginkan orang sakit harus diperhatikan. Di RS Gatot Subroto, ada dokter gizi dan tim dokter yang memberikan arahan, salah satunya adalah agar makanan Pak Lukas berupa bubur atau yang diblender,” jelas Petrus.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Lukas Enembe dikabarkan meminta untuk berdiri. Menurut Antonius, kerabat dekatnya, Lukas ingin menunjukkan keteguhan dan kekuatannya, ingin menegaskan bahwa dia adalah sosok yang kuat dan tak bersalah.

“Bapak Lukas meminta berdiri, ingin menunjukkan bahwa dia kuat, bahwa dia tidak bersalah. Namun, setelah itu, Bapak Lukas tidak bernafas lagi, kami segera memanggil dokter, namun sayangnya, Bapak sudah meninggal,” ungkap Antonius.

Kepergian Lukas Enembe meninggalkan duka yang mendalam di kalangan masyarakat Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.