Singapura, Melangkah Maju Melawan Vape dengan Aturan Ketat!

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Singapura terus mengambil langkah tegas dalam mengendalikan penggunaan vape atau rokok elektrik di negaranya. Baru-baru ini, pemerintah Singapura mengeluarkan regulasi yang melarang siapapun membawa vape ke dalam wilayahnya.

Kementerian Kesehatan (MOH) dan Health Sciences Authority (HSA) Singapura menyatakan, “Penumpang yang datang dapat diperiksa keberadaan e-vaporiser dan komponennya di ruang kedatangan, dan mereka yang ditemukan membawa e-vaporiser atau komponennya akan didenda.” Aturan ini menetapkan bahwa pelancong akan diperiksa di ruang kedatangan untuk memastikan apakah mereka membawa vape dan komponennya, dan pelanggar akan dikenakan denda. Mereka yang membawa barang terlarang tersebut harus melewati Jalur Merah, di mana mereka dapat mendeklarasikan dan membuang barang-barang tersebut untuk menghindari hukuman.

banner 336x280

Kementerian Kesehatan dan HSA Singapura juga berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi serta Otoritas Pengembangan Media Infocomm untuk meningkatkan deteksi dan penghapusan tempat penjualan online dan iklan vape.

Praktik vaping di Singapura dianggap ilegal, dan pelanggarnya dapat dikenakan denda hingga 2.000 dolar Singapura atau setara dengan Rp 23,5 juta. Pemeriksaan akan lebih intensif di tempat-tempat umum seperti Kawasan Pusat Bisnis, pusat perbelanjaan, taman dan area merokok, serta tempat hiburan umum seperti bar dan klub. Petugas penegak hukum akan memberikan denda di tempat kepada para pelanggar.

Sejak 1 Desember, petugas penegak hukum Singapura telah dapat mengambil tindakan keras terhadap individu yang menggunakan atau memiliki vape, dan kasusnya telah dirujuk ke HSA, yang bertanggung jawab mengatur penjualan dan penggunaan produk vaping.

Langkah-langkah keras juga diarahkan kepada lingkungan pendidikan, dengan sekolah dan lembaga pendidikan tinggi memperkuat upaya deteksi dan penegakan hukum terhadap vaping. Siswa yang tertangkap membawa vape akan menghadapi penyitaan barang, dilaporkan ke HSA, diberitahu kepada orang tua, dan ditempatkan dalam program dukungan penghentian di mana konselor membimbing mereka untuk berhenti.

“Kami mengambil langkah-langkah ini untuk melindungi populasi kami dan mencegah vape menyebar ke masyarakat kami,” ujar Kementerian Kesehatan dan HSA Singapura. Singapura membuktikan diri sebagai negara yang maju dalam melawan dampak negatif vaping dengan aturan ketat yang terus diperbarui.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.