Gus Miftah Bantah Terlibat Money Politics: Bagi-bagi Uang Hanya Sebatas Sedekah dan Silaturahmi

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, Gus Miftah, pendakwah yang baru-baru ini menjadi perbincangan karena video viral yang menunjukkan dirinya membagi-bagikan uang kepada masyarakat di Pamekasan, memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang menyebutnya melakukan money politics.

Dalam video yang beredar di media sosial, Gus Miftah terlihat memberikan uang kepada warga, dan narasi dalam video tersebut menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan money politics. Gus Miftah membantah tudingan tersebut dan menjelaskan bahwa pada saat kejadian, ia sedang bersilaturahmi dengan seorang pengusaha kaya di Pamekasan yang dikenal aktif dalam kegiatan sedekah.

banner 336x280

“Haji Her (yang depan) pengusaha kaya Pamekasan tiap hari bagi sedekah di pasar, di sawah, pesantren, dan lain-lain. Kemarin saya silaturrahmi ke beliau,” ungkap Gus Miftah saat memberikan klarifikasi pada Jumat (29/12/2023).

Gus Miftah menjelaskan bahwa pada saat itu, Haji Her sedang membagikan sedekah dan ia diminta untuk membantu dalam pendistribusiannya. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki kaitan dengan politik dan hanya merupakan kegiatan membagikan sedekah orang lain.

“Bukan, beliau (Haji Her) tiap hari sedekah,” tegasnya.

Sementara itu, Nusron Wahid, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, memberikan tanggapan terkait video tersebut. Nusron menegaskan bahwa Gus Miftah bukan bagian dari tim kampanye paslon manapun, termasuk Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.

“Mengenai aktivitas Gus Miftah bagi-bagi duit, pertama, itu hak pribadi dan aktivitas beliau pribadi. Beliau bukan caleg, bukan anggota partai politik, bukan pengurus partai politik, bukan relawan, tim kampanye, juga bukan anggota tim kampanye nasional dan tim kampanye daerah Prabowo-Gibran. Jadi yang bersangkutan adalah warga negara biasa. Sehingga tidak terikat dengan Undang-Undang Pemilu,” kata Nusron melalui video pernyataan yang dibagikan kepada wartawan.

Nusron menekankan bahwa Gus Miftah bukan bagian dari pemerintahan, bukan PNS, bukan pegawai BUMN, atau BUMD. Ia menyatakan keheranannya terkait polemik yang muncul karena Gus Miftah membagikan uang, sementara menurutnya, setiap warga negara bebas memberikan sedekah dari rezeki yang dimilikinya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.