Gempa M4,8 di Sumedang: BMKG Ungkap Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Bangunan

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,8 yang mengguncang Sumedang, Jawa Barat pada malam Minggu (31/12/2023) menyebabkan kerusakan bangunan yang cukup signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa beberapa faktor berkontribusi terhadap kerusakan tersebut, di antaranya adalah kedalaman gempa yang sangat dangkal.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa “kerusakan bangunan di Sumedang akibat gempa M4,8 dipengaruhi oleh kedalaman gempa yang sangat dangkal, hanya 5 Km.” Faktor lain yang turut memengaruhi kerusakan adalah kualitas bangunan yang rendah, kondisi tanah yang lunak, dan sejumlah elemen lainnya.

banner 336x280

Menurut Daryono, kualitas bangunan yang rendah, tidak sesuai standar gempa, menjadi penyebab kerusakan yang signifikan. Begitu pula dengan kondisi tanah lunak di Sumedang yang dapat menyebabkan amplifikasi atau penguatan gempa.

“Kualitas bangunan rumah yang rendah, di bawah standar (bukan rumah tahan gempa). Kondisi tanah lunak di Sumedang yang dapat terjadi amplifikasi (penguatan) gempa,” kata Daryono.

Daryono juga menyebut bahwa gempa ini dipicu oleh sesar aktif yang belum terpetakan. Wilayah Sumedang memiliki beberapa jalur sesar aktif seperti sesar lembang, sesar baribis, dan sesar aktif lainnya yang belum teridentifikasi dan terpetakan. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut termasuk dalam kategori gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan geser atau strike-slip.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, yang dipicu aktivitas sesar aktif. Namun, untuk hasil akhir lebih mendalam yang didukung oleh data lapangan, hasil analisis mekanisme menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” kata Daryono.

Gempa ini terjadi pada malam tahun baru, pada Minggu 31 Desember 2023, dan diawali oleh dua gempa bumi pembuka (foreshock) dengan kekuatan M 4.1 pada pukul 14.35 WIB dan M 3.4 pada pukul 15.38 WIB. Gempa utama dengan kekuatan M 4.8 terjadi pada pukul 20.34 WIB.

Sejumlah laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB menyebutkan bahwa gempa kedua dengan kekuatan M 4,1 dirasakan cukup kuat oleh sebagian besar masyarakat Sumedang selama 2-3 detik, menyebabkan kepanikan dan berhamburan keluar ruangan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.