Jepang Darurat: Upaya Evakuasi dan Krisis Air Bersih Pasca Gempa Mematikan

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, 5 Januari 2024 – Sejumlah wilayah di Jepang berjuang mengatasi krisis air bersih setelah gempa bumi mematikan mengguncang negara itu pada awal tahun 2024. Tim evakuasi, termasuk personel militer, pemadam kebakaran, dan petugas polisi, berupaya maksimal dalam pencarian tanda-tanda kehidupan, terutama dalam waktu kritis 72 jam pasca-bencana.

banner 336x280

Gempa dengan magnitudo 7,6 tersebut menyebabkan 78 orang tewas dan 330 lainnya terluka.

Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, menyampaikan urgensi situasi, “Ini adalah situasi yang sangat sulit. Namun, dari sudut pandang melindungi nyawa, saya meminta Anda melakukan segala upaya untuk menyelamatkan dan menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa pada malam ini, ketika 72 jam kritis bencana telah berlalu.”

Semenanjung Noto, yang terkena dampak paling parah, menghadapi tantangan akses terhadap kebutuhan sehari-hari, termasuk air dan listrik. Beberapa daerah bahkan masih terputus dari layanan telepon seluler.

Naomi Gonno, seorang warga setempat, menceritakan momen ketika ia dan anak-anaknya melarikan diri dari rumah yang runtuh. “Anak-anak saya berteriak memanggil nenek mereka, dan saya melihat ibu saya terjebak di bawah rumah yang hancur, hanya tangannya yang terlihat. Dia mampu keluar melalui ruang kecil,” ujar Gonno.

Sementara itu, di Wajima, masyarakat antre untuk mendapatkan air dan makanan setelah kebakaran melanda beberapa bagian pelabuhan dan distrik di sekitarnya. Jalan rusak membuat akses ke daerah terdampak semakin sulit.

“Dibandingkan bencana lainnya, situasi jalan menuju Wajima sangat buruk. Saya merasa butuh waktu lebih lama dari biasanya sampai bantuan tiba,” kata Shunsaku Kohriki, seorang pekerja medis.

Kondisi sulit ini menempatkan para pengungsi dalam tantangan hidup yang berat, namun semangat dan usaha bersama terus menguatkan semangat untuk bangkit dari tragedi ini.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.