Pemerintah Tetapkan Kuota Impor, Gula dan Beras Menurun

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah telah menetapkan kuota impor untuk beberapa komoditas dalam rangka cadangan pangan pemerintah (CPP). Keputusan ini dihasilkan dari rapat neraca komoditas yang menentukan kebutuhan impor untuk beras, gula pasir, daging kerbau, sapi, dan jagung untuk peternak.

Rapat tersebut, yang melibatkan Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan, berlangsung di Kementerian Koordinator Perekonomian. Langkah impor ini diambil guna memenuhi cadangan pangan pemerintah (CPP).

banner 336x280

Menurut data Badan Pangan Nasional, kuota impor Gula Kristal Mentah (GKM) ditetapkan sebanyak 708 ribu ton, mengalami penurunan dari tahun 2023 yang mencapai 900 ribu ton.

Kemudian, untuk impor beras, pemerintah telah menetapkan jumlah sebanyak 2 juta ton sepanjang 2024. Penugasan ini diberikan kepada Perum Bulog untuk pemenuhan cadangan beras pemerintah (CBP). Perum Bulog sudah melakukan penjajakan pembelian beras di beberapa negara.

Kuota impor ini dirancang untuk pemenuhan CBP yang akan digunakan dalam operasi pasar dan penyaluran bantuan pangan beras, yang dijadwalkan akan diperpanjang hingga Juni 2024.

Selanjutnya, impor komoditas daging juga telah ditetapkan. Pemerintah menetapkan impor daging kerbau sebanyak 100 ribu ton, yang ditugaskan ke Perum Bulog, sementara swasta mendapatkan kuota impor sebanyak 50 ribu ton.

Untuk impor daging sapi, 20 ribu ton ditugaskan kepada Holding BUMN Pangan, yakni ID Food.

Pemerintah juga menetapkan impor jagung sebanyak 500 ribu ton untuk pakan peternak. Badan Pangan Nasional menyebutkan bahwa sebanyak 250 ribu ton jagung sudah masuk Indonesia, dan sisanya diharapkan akan tiba pada awal 2024.

Penugasan impor jagung diberikan kepada Perum Bulog, yang akan mendistribusikannya langsung kepada peternak ayam dan telur berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Bulog.

Meskipun terjadi penurunan jumlah impor beberapa komoditas dibandingkan tahun sebelumnya, seperti impor gula yang mengalami pengurangan untuk mendorong produksi dalam negeri, pemerintah tetap berkomitmen untuk mencapai swasembada gula.

Hal yang sama berlaku untuk impor beras, yang jumlahnya lebih rendah dari tahun lalu. Realisasi impor beras 2023 mencapai 3 juta ton, yang telah disalurkan melalui program operasi pasar dan bantuan pangan beras sebagai respons terhadap harga beras yang tinggi sepanjang 2023.

Jumlah impor produk pangan ini akan terus dievaluasi setiap tiga bulan oleh pemerintah, tergantung pada kondisi produksi dalam negeri. Sebagai contoh, penugasan impor beras pada awal 2023 sebanyak 2 juta ton kemudian ditambah sebanyak 1,5 juta ton pada akhir tahun 2023.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.