OJK Teliti Asuransi Kendaraan Listrik: Tarif Premi dan Tantangan Unik Diperhitungkan

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah merumuskan kebijakan terkait asuransi kendaraan listrik guna mendukung akselerasi gaya hidup ramah lingkungan. Pihak OJK, melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, tengah mempertimbangkan penerapan tarif premi khusus untuk asuransi kendaraan listrik.

Menurut Ogi, nilai pertanggungan kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan konvensional, terutama karena sebagian besar nilainya berasal dari komponen baterai. Dalam keterangan tertulisnya, Ogi menyampaikan bahwa penentuan total loss bagi kendaraan listrik juga menjadi faktor utama dalam pertimbangan ini, mengingat umur atau masa manfaat komponen baterai. Meski demikian, Ogi belum merinci kapan kebijakan khusus untuk asuransi kendaraan listrik akan diberlakukan.

banner 336x280

Beberapa pemain industri asuransi di Indonesia telah memberikan perlindungan untuk kendaraan listrik, namun masih menggunakan aturan konvensional. Hal ini disebabkan absennya peraturan yang mengatur asuransi kendaraan listrik di Indonesia. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) berharap draft regulasi kendaraan listrik dapat segera diluncurkan pada tahun 2024, setelah sebelumnya rencana peluncurannya pada 2023 belum terwujud.

Direktur Eksekutif AAUI, Bern Dwiyanto, mengungkapkan bahwa kendala penyusunan draft tersebut terletak pada keterbatasan data yang diperlukan. Ia berharap agar draft regulasi tersebut dapat segera meluncur pada tahun ini.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian AAUI adalah tarif premi asuransi kendaraan listrik. Dwiyanto menyatakan kemungkinan tarif premi tersebut akan lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan konvensional, mengingat risiko yang berbeda yang ditanggung perusahaan asuransi. Kompleksitas teknologi kendaraan listrik dan harganya yang lebih mahal menjadi pertimbangan utama. Namun, Dwiyanto masih belum dapat memastikan besaran tarif premi yang akan diterapkan.

Dalam wawancara terpisah, Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (TUGU), Tatang Nurhidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerapkan asuransi kendaraan listrik dengan menggunakan polis standar asuransi kendaraan bermotor Indonesia. Meskipun demikian, TUGU memodifikasi terms and conditions dengan menggunakan wording polis EV yang umumnya digunakan di luar negeri.. Tatang menyebut bahwa tantangan utama adalah menanggung perlindungan kendaraan listrik, mengingat belum adanya regulasi yang mengatur hal tersebut di Indonesia.

Kendaraan listrik membawa risiko-risiko baru, terutama terkait dengan baterai yang memiliki nilai cukup tinggi, mencapai 40%-50% dari nilai kendaraan. Sejumlah perusahaan asuransi terus melakukan kajian mendalam untuk memahami risiko-risiko ini. Tatang menyatakan bahwa industri dapat segera mengembangkan produk asuransi khusus untuk kendaraan listrik setelah kajian tersebut selesai.

OJK dan keterlibatan pihak industri berupaya agar kebijakan asuransi kendaraan listrik dapat segera tersusun dengan baik, mendukung perkembangan mobil ramah lingkungan di Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.