Gus Ipul dan Cak Imin ‘Bertarung’ di Arena Pemilu 2024

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA – Teka-teki dukungan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir terhadap pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam Pilpres 2024 menjadi bahan perdebatan antara Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dan Cak Imin sendiri. Gus Ipul memberikan imbauan tegas kepada warga NU untuk tidak memilih pasangan yang didukung oleh Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, sementara Cak Imin memberikan balasan menohok terkait netralitas PBNU.

Rekaman suara Abu Bakar Ba’asyir yang mendukung Anies-Cak Imin tersebar di media sosial dan mendapat konfirmasi dari putra beliau, Abdul Rohim. Iim, panggilan akrab Abdul Rohim, mengungkapkan keyakinan ayahnya terhadap pasangan tersebut sebagai pemimpin yang dipercaya untuk membawa Indonesia ke depan.

banner 336x280

Gus Ipul, dalam imbaunya, mengingatkan warga NU untuk berhati-hati dalam memilih presiden pada 14 Februari mendatang. Beliau menegaskan agar warga tidak memilih paslon yang didukung Abu Bakar Ba’asyir, dengan alasan bahwa cara pandang Ba’asyir tentang alasan memilih presiden dinilai berbeda dengan pandangan warga NU dan para kiai.

“Kita beragama Islam, tapi kita juga tinggal di Indonesia. Jadi beda, kita beda, melihatnya beda, tentu ini harus disadari oleh warga NU,” ungkap Gus Ipul, menyoroti perbedaan pandangan terkait agama dan kehidupan berdampingan dengan agama lain di Indonesia.

Gus Ipul juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap tim sukses calon tertentu yang dinilai mengembangkan wacana-wacana yang tidak baik. “Calon itu kan mestinya mendekati, merangkul, ini malah justru mengembangkan wacana-wacana yang tidak baik untuk NU,” ujar Gus Ipul, mengecam praktik-praktik tidak sehat dalam arena politik.

Cak Imin, sebagai reaksi terhadap imbauan Gus Ipul, menyayangkan pernyataan tersebut dan menilai Gus Ipul tidak konsisten terkait netralitas PBNU dalam Pemilu 2024. “Saya kira itu mengada-ada dan tidak konsisten dengan statement sebelumnya bahwa PBNU netral,” kata Cak Imin, mengecam keberpihakan yang dianggapnya memalukan.

Pernyataan Cak Imin ini menambah ketegangan di arena politik menjelang Pilpres 2024. Netralitas PBNU pun terus menjadi sorotan, mengingat perannya sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dukungan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir menjadi elemen menarik dalam perjalanan politik yang semakin kompleks. Bagaimana reaksi masyarakat dan dampaknya terhadap pilihan pemilih pada 14 Februari nanti, menjadi pertanyaan menarik dalam dinamika politik yang semakin panas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.