Menteri Perhubungan Ungkap Temuan Awal Kecelakaan Kereta, Kesalahan Teknis Diduga Jadi Penyebab

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memberikan pengungkapan terbaru terkait proses investigasi kecelakaan kereta api di Cicalengka, Jawa Barat, dan Tanggulangin, Jawa Timur. Dalam pertemuan dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis (18/1/2024), Budi Karya menyampaikan temuan awal yang menunjukkan adanya potensi kesalahan teknis sebagai penyebab kecelakaan tersebut.

Menurut Budi Karya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan observasi bersama pemangku kepentingan lain terkait insiden di Cicalengka dan Tanggulangin. Meskipun belum ada hasil final, temuan awal menunjukkan bahwa kesalahan teknis dapat menjadi faktor potensial dalam kecelakaan tersebut.

banner 336x280

“Ada satu kemungkinan, bahwa ada kesalahan teknis, pelanggaran standar operasi prosedur [SOP] dari faktor manusia, dan hal-hal lainnya yang sedang kita proses,” ungkap Budi Karya.

Hasil akhir dari observasi dan investigasi di dua lokasi tersebut akan segera dirilis oleh Kemenhub dan KNKT. Budi Karya tidak merinci kapan hasil investigasi akan dikeluarkan, namun, ia telah melaporkan temuan awal ini kepada Presiden Joko Widodo.

Untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi, Menteri Perhubungan memberikan tiga usulan. Pertama, reformasi SDM perkeretaapian dan perbaikan SOP. Langkah reformasi SDM sudah dilakukan di jajaran Kemenhub, sementara perbaikan SOP terus digodok untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi perkeretaapian.

Langkah kedua adalah mendorong pembangunan jalur ganda (double track) pada seluruh lintasan perkeretaapian Indonesia. Pembangunan jalur ini akan dibarengi dengan peningkatan teknologi persinyalan, terutama di daerah-daerah yang masih menggunakan teknologi manual.

“Beberapa jalur ini masih ada yang manual [persinyalan]. Oleh karena itu, anggaran tahun ini kita akan selesaikan semua yang berkaitan dengan persinyalan, khususnya di wilayah Jawa,” tambah Budi Karya.

Terakhir, Kemenhub juga akan mengupayakan pembangunan jalur elevated untuk mengurangi jumlah perlintasan sebidang. Daerah-daerah seperti Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan lainnya diharapkan dapat memiliki jalur elevated guna meningkatkan keselamatan transportasi.

Dengan adanya temuan awal ini, diharapkan langkah-langkah preventif yang diusulkan oleh Menteri Perhubungan dapat menjadi solusi untuk mencegah kecelakaan kereta api di masa depan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.