Cak Imin Berkilau di Debat Cawapres, Analisis Media Sosial Ungkap ‘Comeback’ Menawan

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Blitar – Calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, berhasil mencuri perhatian dalam debat kedua calon wakil presiden atau debat keempat Pilpres 2024. Drone Emprit, lembaga analis media sosial, mengungkapkan hasil analisis percakapan di Twitter pada periode Minggu (21/1) pukul 19.00–22.00 WIB yang menunjukkan ‘comeback’ menawan Cak Imin.

“Dia (Cak Imin) dikenal karena responnya yang cerdas terhadap komentar dari lawan debat, termasuk Gibran Rakabuming,” ungkap Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, melalui akun Twitter, Senin (22/1).

banner 336x280

Cak Imin mendapat banyak sentimen positif dari pengguna Twitter, dengan pujian yang mengalir untuk sikap dan komentarnya selama debat. Berbeda dengan debat sebelumnya, kini Cak Imin dinilai memiliki performa yang jauh lebih meningkat. Pada debat sebelumnya, dia tampak dihajar habis-habisan oleh Gibran Rakabuming, dengan sentimen negatif yang mencuat terutama terkait istilah ‘slepet’ yang diulang-ulang selama debat perdana.

Namun, dalam debat kedua cawapres, istilah ‘slepet’ tidak lagi terucap dari bibir Cak Imin. Ismail pun menyoroti peningkatan performa Cak Imin, mencerminkan persiapan yang matang.

Drone Emprit melalui analisisnya juga menyoroti kata kunci yang menonjol pada cluster Cak Imin, termasuk ‘comebacknya’, ‘lembong’, ‘songong’, dan ‘etika’. Komunikasi efektif Cak Imin pun menjadi sorotan, dengan kemampuan berkomunikasi yang dinilai cukup luwes, terutama saat menyampaikan visi dan misinya.

Selain peningkatan performa, Cak Imin juga dinilai fokus mengangkat isu-isu sosial, terutama keadilan dan masyarakat adat, sesuai dengan tema debat tersebut. “Muhaimin mengangkat isu keadilan tanah dan penghormatan terhadap masyarakat adat, yang resonan dengan publik,” ujar Ismail.

Dalam debat yang melibatkan Gibran Rakabuming, cawapres nomor urut 2, percakapan di Twitter juga mencuat, tetapi sentimen terhadap keduanya berbeda. Percakapan tentang Gibran cenderung negatif, dengan 60 persen negatif, 33 persen positif, dan sisanya 7 persen netral.

Sementara itu, percakapan tentang Cak Imin justru lebih positif, dengan 80 persen sentimen positif, 6 persen negatif, dan 14 persen netral. Hasil analisis menunjukkan adanya sentimen yang kurang menguntungkan atau permasalahan yang mungkin dihadapi Gibran di media sosial.

Meski jumlah penyebutan untuk calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD, tidak sebanyak Gibran atau Cak Imin, mayoritas percakapan juga cukup baik. Sebanyak 79 persen percakapan mendukung, 12 persen negatif, dan hanya 9 persen yang netral.

Hasil ini menegaskan pentingnya tidak hanya jumlah penyebutan tetapi juga kualitas percakapan yang terjadi di media sosial, mengindikasikan bahwa performa dan respons calon dapat berdampak pada persepsi masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.