Sabun Rempah Karya Warga Blitar Menarik Perhatian Singapura dan Hong Kong

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

BLITAR – Inovasi sabun rempah dari tangan seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Khomsatun, telah berhasil menembus pasar internasional dengan produknya yang berbahan baku alami. Kini, sabun buatannya tidak hanya populer di Jawa Timur, namun juga telah terjual hingga ke Singapura dan Hong Kong.

Khomsatun, yang memulai usahanya sejak tahun 2020, terinspirasi oleh kekayaan bahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan kulit. Dalam wawancara pada Minggu (21/1), dia menceritakan awal perjalanan bisnisnya sebagai ungkapan keprihatinannya terhadap kontribusinya terhadap lingkungan. “Sebagai pecinta alam, saya merasa perlu memberikan kontribusi positif kepada alam. Oleh karena itu, saya mulai dengan diri sendiri, menggunakan sabun alami yang saya produksi,” ujar Khomsatun.

banner 336x280

Sabun kreasinya terbuat dari bahan-bahan alami seperti bunga kenanga, kopi, campuran susu, VCO (Virgin Coconut Oil), dan beragam rempah-rempah. Limbah hasil produksi sabun ini juga dijamin aman dan dapat terurai dengan tanah. Proses pembuatannya melibatkan mesin pencampur untuk mengolah bahan baku, kemudian dicampur dengan bunga atau rempah, dimasak, dan ditempatkan di cetakan. Setelah dingin, sabun siap dipotong.

Kelebihan sabun buatan Khomsatun adalah penggunaan bahan alami yang tidak hanya baik untuk kulit tubuh, tetapi juga ramah lingkungan. “Sabun alami ini terurai di air dan tanah, bahkan dapat menjadi pupuk limbah. Selain itu, sangat aman untuk kulit,” tambahnya.

Meskipun masih merupakan usaha skala kecil, Khomsatun mampu memproduksi hingga 30 batang sabun setiap harinya. Produk-produk tersebut dijual secara daring dan diperkenalkan melalui jejaring teman-temannya. Meski demikian, omzet yang dihasilkan cukup menggembirakan. Dalam sebulan, Khomsatun berhasil menjual antara 100 hingga 150 batang sabun dengan harga terjangkau, berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per batang. Dengan pencapaian ini, pendapatan bulanannya mencapai Rp3 juta.

Pemasaran dilakukan dari teman ke teman. Dalam sebulan, bisa terjual antara 100-150 batang sabun. Harganya sekitar Rp15 ribu per batang,” ungkap Khomsatun. Saat ini, produk sabunnya sudah menjangkau sejumlah daerah di Jawa Timur, serta beberapa kota di Indonesia seperti Makassar, Nusa Tenggara Timur, Solo, Yogyakarta, dan Magelang. Tidak hanya itu, produknya juga merambah pasar internasional dengan berhasil terjual di Singapura dan Hong Kong.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.