Serangan Houthi ke Kapal Kargo Militer AS di Laut Merah Menimbulkan Ketegangan Global

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

KeludNews.com – Milisi Houthi kembali membuat gebrakan kontroversial dengan menargetkan kapal kargo militer Amerika Serikat (AS) di lepas pantai Yaman. Dalam sebuah rilis resmi, kelompok ini mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan operasi militer dengan menembakkan rudal ke kapal kargo militer AS bernama Ocean Jazz di wilayah Teluk Aden dekat Laut Merah.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan, “Houthi memimpin operasi militer yang menargetkan kapal kargo militer Amerika Ocean Jazz di Teluk Aden dekat Laut Merah, dengan rudal.” Dalam konferensi pers yang dikutip oleh AFP pada Selasa (23/1/2024), hal ini diungkapkan.

banner 336x280

Dalam konteks serangan ini, Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan udara terhadap Yaman, yang merupakan basis milisi Houthi, sehingga Houthi menyatakan bahwa tindakan mereka merupakan balasan atas serangan tersebut. “Angkatan Bersenjata Yaman akan merespons setiap serangan di Yaman … Agresi baru apa pun tidak akan luput dari hukuman,” tambah juru bicara Houthi.

Menurut Al-Jazeera, Houthi juga menyampaikan bahwa serangan ini adalah bagian dari upaya mereka untuk mencegah kapal-kapal Israel melintasi Laut Merah dan Teluk Aden hingga akhir konflik di wilayah Palestina.

Meskipun demikian, pihak Amerika Serikat membantah klaim tersebut. Seorang pejabat AS mengatakan bahwa mereka tidak melihat adanya serangan dan meyakini bahwa pernyataan Houthi tersebut tidak benar.

Konflik antara Houthi dan AS melibatkan sejumlah serangan udara yang melibatkan kedua pihak. Pertama kali serangan dimulai ketika perang Israel-Gaza meletus pada bulan Oktober. Houthi menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel sebagai dukungan terhadap warga Palestina di Gaza yang mengalami penderitaan dalam pertempuran antara Hamas dan Israel.

Dampak dari ketegangan ini telah terasa secara global, di mana banyak kapal pelayaran logistik global menghindari Laut Merah. Rute ini sebenarnya merupakan jalur paling efisien untuk mendistribusikan barang dari Asia ke Eropa dan sebaliknya. Akibatnya, kapal-kapal tersebut terpaksa memutar ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan. Hal ini mengakibatkan keterlambatan dalam pengiriman kargo karena perjalanan yang lebih lama dan meningkatnya biaya akibat pembayaran tambahan untuk bahan bakar dan asuransi perjalanan yang semakin tinggi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.