Mahfud Md: Komitmen Tanpa Ketergantungan pada Parpol

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Semarang – Calon Wakil Presiden nomor urut 03, Mahfud Md, menegaskan bahwa dirinya bukanlah boneka atau petugas dari partai politik pengusungnya. Dalam diskusi “Tabrak Prof” di Semarang, Jawa Tengah, Mahfud menyoroti rekam jejaknya selama 24 tahun berkarier di pemerintahan yang menunjukkan bahwa ia tidak pernah menjadi petugas siapa pun.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 tersebut menekankan bahwa selama berkiprah di berbagai institusi pemerintahan, ia tidak pernah melanggar prinsip konstitusi. “Dari track record, saya tidak pernah menjadi petugas siapa pun, kecuali sesuai konstitusi dan saya 24 tahun di pemerintahan, berputar-putar dari satu institusi ke institusi lain. Tidak pernah melanggar prinsip konstitusi, tetapi saya menjadi alat konstitusi,” ujarnya.

banner 336x280

Mahfud menjawab pertanyaan warga terkait keyakinan terhadap pasangan Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024. Seorang warga bernama Bima menanyakan apakah pasangan nomor urut 3 hanya tunduk kepada rakyat, kepentingan rakyat, dan konstitusi, serta tidak menjadi boneka partai pengusungnya.

Selain menyoroti komitmen politik, warga lain, Karjono (80 tahun), mengeluhkan soal sertifikat tanah di RW 3 Kelurahan Kemijen Semarang. Mahfud berjanji untuk menindaklanjuti persoalan tanah yang belum memiliki sertifikat tersebut.

Mahfud Md Siap Mundur dari Menteri Koordinator Polhukam

Dalam acara yang sama, Mahfud Md mengumumkan kesiapannya untuk mundur dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi “Tabrak Prof” yang disiarkan secara live melalui media sosialnya.

Mahfud menyatakan bahwa keputusan ini merupakan hasil kesepakatan dengan Capres Ganjar Pranowo dan TPN. “Saya bersepakat melakukan itu (mundur) pada saatnya. Agar saya tidak lebih terikat,” ungkapnya. Mahfud menegaskan bahwa saat ini ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan pengunduran dirinya. “Menunggu momentum, menunggu transisi, dan juga menunggu karena ini menyangkut politik, strategi politik dari partai pengusung, itu harus disiplin begitu gak bisa colong kelayu pergi begitu saja dari Pak Jokowi,” kata Mahfud.

Alasan di balik keputusan mundur ini, Mahfud menjelaskan bahwa ini dilakukan untuk memberi tahu para menteri dan pejabat lain yang terlibat dalam Pilpres agar tidak menyalahgunakan jabatan saat kampanye. “Dan agar yang lain tahu bahwa menjadi pejabat itu jangan menggunakan jabatan untuk kepentingan politik, itu dosa politik yang akan meracuni generasi muda,” tegasnya.

Sebelumnya, Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, telah menyarankan agar Mahfud Md mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan mengikuti Pemilu 2024. Ganjar berpendapat bahwa perubahan aturan tersebut akan lebih adil dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Potensi Konflik Kepentingan di Tubuh Pejabat Publik

Ganjar Pranowo juga mengingatkan tentang potensi konflik kepentingan di tubuh pejabat publik yang masih menjabat sambil mengikuti Pemilu 2024. Meskipun dilakukan dengan hati-hati, ia mempertanyakan apakah pejabat publik dapat menjaga diri mereka untuk tetap netral tanpa menyalahgunakan fasilitas.

“Beberapa kejadian orang menggunakan fasilitas, menggunakan alat transportasi alasannya kunjungan kerja, tapi di sana kampanye kan rakyat bisa melihat, maka kita sedang mengambil risiko itu,” ujarnya.

Diketahui bahwa dari tiga pasangan capres-cawapres 2024, empat di antaranya masih aktif menjabat sebagai pejabat publik. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kewajaran mereka menjalankan kampanye sambil tetap memegang jabatan tersebut. Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar, Capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto, dan Gibran Rakabuming Raka masih menjabat dalam posisi mereka saat ini.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.