Pembunuh dan Pemerkosa Anak Cianjur Dibekuk Setelah Enam Bulan Melarikan Diri

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Cianjur – Kisah tragis seorang bocah perempuan berusia 7 tahun di Cianjur menjadi sorotan setelah ditemukan dalam kondisi tubuhnya yang sudah menjadi tulang belulang. Penyelidikan lebih lanjut oleh Kapolres Cianjur, AKBP Aszhari Kurniawan, mengungkap fakta mengerikan bahwa korban sebelumnya menjadi korban pembunuhan yang disertai pemerkosaan. Bahkan, pelaku kejahatan tersebut diketahui sebagai tetangga korban.

Menurut Kapolres Aszhari Kurniawan, setelah melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa saksi-saksi, diketahui bahwa korban telah menjadi korban pembunuhan. “Setelah identitasnya diketahui, kami berupaya mencari keberadaannya. Pada akhirnya, setelah enam bulan, pelaku berhasil terlacak dan kami amankan di Lampung pada Selasa (23/1) kemarin,” ungkap Kapolres pada Rabu (24/1/2024).

banner 336x280

Pelaku yang teridentifikasi sebagai Sapturi (45) mengakui perbuatannya dan menjelaskan bahwa korban telah diperkosa sebelum akhirnya dibunuh. Pelaku mengajak korban ke dekat pantai di Desa Tanjungsari Kecamatan Agrabinta setelah bermain dengan temannya. Sapturi, yang memiliki sejarah kejahatan serupa di Lampung pada tahun 2011, melakukan tindakan keji tersebut setelah menunjukkan video porno kepada korban.

“Jadi pelaku yang merupakan tetangga korban ini, membawa korban setelah bermain dengan temannya. Kemudian pelaku mengajak korban ke dekat pantai di Desa Tanjungsari Kecamatan Agrabinta. Pelaku awalnya menunjukkan video porno kemudian memperkosa korban. Karena korban memberontak, pelaku membunuh korban,” ungkap Kapolres Aszhari.

Lebih lanjut, Kapolres Aszhari mengungkapkan bahwa Sapturi memiliki kecenderungan seksual terhadap anak-anak, seperti yang terungkap dari sejarahnya sebagai residivis dengan kasus serupa di Lampung. “Pada 2011 lalu, pelaku ditangkap dan dihukum atas perbuatannya melakukan pemerkosaan dan pembunuhan anak di Lampung. Tersangka bebas pada Februari 2023, kemudian melakukan aksi serupa pada korban di Agrabinta,” tambahnya.

Pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP dan pasal 80 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. Sapturi mengaku tertarik pada korban yang masih belia, dan kejadian ini terjadi setelah ia bebas selama lima bulan.

Susan, bocah 8 tahun, ditemukan meninggal di Pantai Cikakap, Kabupaten Cianjur, setelah hilang 9 hari pada 27 Juli 2023. Kabar tersebut meninggalkan duka mendalam di tengah masyarakat setempat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.