Sleman Mengungkapkan Kalender Pariwisata 2024 dengan Target Ambisius 7,5 Juta Pengunjung

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

SLEMAN – Dalam sebuah acara megah yang digelar di Gedung Pemerintahan Kota Sleman pada Rabu (24 Januari 2024), Dinas Pariwisata Sleman mengungkapkan kalender acara pariwisata tahun 2024 yang sangat dinanti-nantikan. Langkah strategis ini bertujuan untuk mencapai target yang ambisius, yaitu menarik 7,5 juta wisatawan ke daerah tersebut.

Ishadi Zayid, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, memberikan wawasan tentang target yang ditetapkan untuk tahun 2024, menekankan aspirasi untuk menyambut 7,5 juta pengunjung sepanjang tahun. Pendekatan untuk mencapai tujuan ini melibatkan serangkaian acara dan kegiatan yang dirancang secara cermat untuk menarik minat pengunjung potensial ke Sleman.

banner 336x280

“Hari ini, bersama dengan bupati, kami meluncurkan kalender acara untuk tahun 2024. Salah satu tujuannya adalah untuk menarik wisatawan sehingga target kunjungan tahun ini bisa terpenuhi,” ungkap Ishadi kepada wartawan pada Rabu sore.

Menurutnya, kegiatan pariwisata yang dijadwalkan sepanjang 2024 mencakup sekitar 120 acara, termasuk sembilan acara skala lokal, dua belas acara skala nasional, dan sepuluh acara skala internasional. Acara-acara tersebut terdiri dari 40 acara MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions), 34 festival, 23 acara budaya dan musik, 17 acara olahraga, dan 7 acara keagamaan. “Dari ratusan acara yang disiapkan, beberapa menjadi unggulan, seperti Upacara Adat Labuhan Merapi [berlangsung pada Februari], Sleman Temple Run [November], dan Barata XXXIX [Desember],” tambahnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, memberikan apresiasi terhadap jadwal atraksi dan seni untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di Bumi Sembada. Diharapkan bahwa penyelenggaraan berbagai acara ini akan secara signifikan menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

“Tentu kami mendukung peluncuran kalender acara tahun 2024. Semoga ini akan berdampak signifikan pada pengembangan pariwisata di Sleman,” ujarnya.

Kustini menekankan bahwa keberadaan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh destinasi wisata, tetapi dapat ditingkatkan secara kolaboratif dengan atraksi seni dan hiburan, menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Dia menambahkan bahwa kunci pengembangan pariwisata terletak pada kreativitas dan ketepatan momen. Oleh karena itu, para pelaku pariwisata harus mampu menangkap setiap kesempatan yang ada untuk menarik wisatawan sebanyak mungkin.

“Menarik tidak harus mahal. Hal yang sederhana bagi kita mungkin akan sangat menarik bagi orang yang belum pernah melihatnya. Oleh karena itu, peluang yang terbuka harus diiringi dengan inovasi agar berdampak positif pada pengembangan pariwisata di Sleman,” tutupnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.