Gubernur Khofifah Resmikan 68 Huntara di Blitar untuk Korban Bencana Tanah Gerak

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Blitar – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi meresmikan 68 unit hunian sementara (huntara) yang tersebar di tiga lokasi Kabupaten Blitar. Pembangunan huntara ini dilakukan sebagai tanggapan atas bencana tanah gerak yang melanda beberapa tahun lalu.

Dalam pernyataannya, Gubernur Khofifah menyebutkan bahwa 68 unit huntara tersebut, yang merupakan milik tanah kas desa, dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak, memberikan rasa aman dan nyaman, serta membuka peluang ekonomi baru untuk masa depan yang lebih baik.

banner 336x280

Warga yang direlokasi ke huntara ini merupakan korban bencana tanah gerak yang terjadi beberapa tahun lalu di Kabupaten Blitar. Pembangunan huntara melibatkan tiga lokasi, yaitu Desa Maron, Kecamatan Kademangan (11 unit), Desa Kalitengah, Kecamatan Panggungrejo (10 unit), dan Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo (47 unit).

Gubernur Khofifah menekankan bahaya fenomena alam seperti tanah gerak yang sulit diprediksi luasannya. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim, telah melakukan assessment detail terkait lahan yang akan ditempati oleh warga terdampak.

“Jawa Timur merupakan ring of fire, jadi semua harus membangun kewaspadaan dan mitigasi bersama. Fenomena tanah gerak tidak dapat diprediksi luasannya sehingga diperlukan mitigasi lebih komprehensif,” ujar Gubernur Khofifah.

Gubernur juga menyampaikan kelegaannya karena huntara di Kabupaten Blitar sudah siap dihuni. Warga yang tinggal di tempat ini dijamin dapat hidup layak, aman, dan nyaman. Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Blitar dalam melaksanakan proyek ini. Pemkab Blitar menyediakan lahan, sementara Pemprov Jatim membangun huntara melalui bantuan tidak terduga (BTT).

“Pemprov Jatim juga sudah meresmikan huntara dari relokasi tanah gerak di berbagai kabupaten. Beberapa waktu lalu, kami telah meresmikan 56 huntara di Kabupaten Ponorogo,” tambah Gubernur Khofifah.

Selain meresmikan huntara, Gubernur Khofifah juga melakukan peresmian rekonstruksi Jembatan Resapombo di Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Jembatan ini mengalami kerusakan akibat banjir pada 5 Oktober 2022. Jembatan tersebut kini dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat dengan kapasitas maksimal 8 ton.

Sekretaris Daerah (Sekda) Blitar, Izul Marom, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas respons cepatnya, terutama bagi warga Kabupaten Blitar yang terdampak bencana tanah gerak.

“Alhamdulillah masyarakat sudah nyaman menempati hunian sementara yang ada di sini. Kami Pemkab Blitar berterima kasih atas respon cepat Pemprov Jatim. Terima kasih Ibu gubernur sudah menyiapkan hunian sementara untuk warga terdampak tanah gerak,” ucap Sekda Blitar.

Salah satu warga terdampak, Siti Kartika (34), menyatakan rasa syukurnya terhadap hunian sementara ini. Sebelumnya, dia terpaksa mengungsi bersama kakeknya setelah rumahnya rusak parah akibat tanah gerak. Kini, dengan adanya huntara, dia merasa lebih nyaman dan aman bersama keluarganya.

“Terima kasih banyak Ibu Gubernur. Sekarang kami tidak lagi was-was. Mudah-mudahan ibu sehat selalu dan jadi Gubernur lagi di periode dua,” kata Siti Kartika dengan penuh harap.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.