,

“Anggota Komisi II DPR Ungkap Ambiguitas Aturan Kampanye Presiden: Kritik Terhadap UU Pemilu”

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Anggota Komisi II DPR, Guspardi Gaus, mengakui adanya ambiguitas dalam dua pasal UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur kampanye presiden. Menurutnya, Pasal 299 dan 281 perlu direvisi karena dianggap kontradiktif.

Guspardi menyampaikan pandangannya saat dihubungi pada Senin (29/1), mengemukakan perlunya perumusan ulang terhadap UU tersebut. Revisi diharapkan dapat menyempurnakan ketentuan terutama terkait hak kampanye presiden, izin cuti, dan kalimat ambigu yang terdapat dalam pasal tersebut.

banner 336x280

Pasal 281 mengatur syarat bagi presiden dan wakil presiden yang ingin berkampanye, melarang penggunaan fasilitas negara dan menuntut izin cuti terlebih dahulu. Sementara Pasal 299 menyatakan hak presiden dan wakil presiden untuk berkampanye dengan syarat terdaftar sebagai tim kampanye dan nama diserahkan ke KPU.

Guspardi khususnya menyoroti Pasal 281 yang dianggapnya kontradiktif, terutama terkait rekam jejak presiden yang tidak pernah mengajukan izin cuti. Menurutnya, istilah cuti bagi presiden adalah hal yang asing dan dapat menimbulkan debat.

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, juga turut mengkritik aturan yang mengizinkan presiden dan wakil presiden ikut kampanye. Mardani menganggapnya tidak masuk akal secara etis, menyarankan agar presiden tetap netral dan menjadi guru bangsa untuk meningkatkan kualitas demokrasi.

Guspardi menduga Presiden Jokowi mungkin tidak akan menggunakan hak cuti kampanye pada Pilpres 2024. Menurutnya, pasal-pasal dalam UU Pemilu terlalu rumit dan kontradiktif, sulit untuk dilaksanakan. Ia juga meminta masukan dan saran untuk penyempurnaan UU Nomor 7 Tahun 2017 ini, mengingat pentingnya klarifikasi terkait ambiguitas aturan kampanye presiden.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.