, ,

Kecelakaan Tambang Meningkat, Ketua DPRD Babar Minta Tindakan Tegas dari Disnaker

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Bangka Barat – Kecelakaan tambang ilegal di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, terus menghantui pekerja tambang. Tiga kejadian tercatat dalam satu bulan terakhir, dengan yang terbaru terjadi di Air Berang Dusun Tambang Enam, Desa Mislak, Kecamatan Jebus pada Minggu (28/1/2024). Seorang pekerja tambang, Sodikin (40), tewas setelah tertimpa tanah.

Kejadian sebelumnya melibatkan Sanen (42) yang tewas akibat tertimpa batu di Pantai Penganak, Dusun Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parit Tiga, dan Bayu Setia Aji (23) yang tertimbun tanah longsor di Perkebunan Sawit Cong Akin, Desa Sekar Biru, Kecamatan Parit Tiga.

banner 336x280

Ketua DPRD Bangka Barat, Marudur Saragih, menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka kecelakaan kerja di sektor tambang timah. Ia menekankan perlunya perhatian dari pemerintah daerah, baik di kecamatan, desa, maupun kabupaten, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

“Ini harus menjadi perhatian dari kita semua, jangan sampai ada pembiaran. Harus dilihat dikaji wilayah pertambangan ini, apakah layak ditambah atau tidak. Paling tidak berikan imbauan, peringatan,” ujar Marudur kepada Bangkapos.com, Selasa (30/1/2024).

Marudur menyoroti tingginya risiko kecelakaan kerja di Jebus dan Parit Tiga, serta mengakui potensi bahaya pada tambang ilegal yang tidak mengikuti standar keamanan kerja. Ia mendesak agar pemerintah setempat dan PT Timah melakukan kajian khusus terkait keamanan kerja.

“Dari DPRD Babar, meminta ke dinas tenaga kerja untuk turun ke lapangan melihat standar kerja mereka membina masyarakat, otu paling tidak dapat mengurangi karena menyampaikan resikonya yang tinggi di penambangan,” tambahnya.

Marudur berharap agar Disnaker turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan menyampaikan standar kerja guna mencegah kecelakaan tambang timah. Terlebih lagi, musim penghujan meningkatkan risiko tanah longsor di wilayah pertambangan.

“Pada saat ini musim hujan, rawan sekali, tertimpa tanah dan longsor, harapan kita masyarakat diberikan edukasi,” ungkap Marudur.

Kapolsek Jebus, Kompol Albert Daniel Hamonangan Tampubolon, menjelaskan kronologis kecelakaan terbaru di Air Berang Dusun Tambang Enam. Rasuki, seorang saksi, bersama teman-temannya berhasil menyelamatkan satu korban, Isrofil Mursalin atau Bai (46), namun Sodikin sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah tertimbun tanah.

Kejadian ini semakin memperkuat urgensi tindakan preventif dan edukasi untuk mengurangi risiko kecelakaan tambang timah di Bangka Barat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.