,

Wabah Chikungunya Mengguncang Trenceng, Ponorogo: Dinkes Lakukan Fogging untuk Atasi Penyebaran Epidemik

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Ponorogo, Jawa Timur – Menyikapi lonjakan kasus Chikungunya yang mengkhawatirkan di Dusun Trenceng, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo segera bertindak dengan melakukan operasi fogging pada Jumat (2/2/2024).

Keputusan untuk melakukan fogging dipicu oleh merebaknya wabah Chikungunya di daerah tersebut. Menurut Nurhadi, Kepala Dusun Trenceng, sekitar 200 warga telah terkena virus tersebut, dengan 13 kasus secara resmi dilaporkan ke Dinkes.

banner 336x280

“Kami melakukan fogging untuk mengatasi wabah Chikungunya. Ini sudah kali kedua kami melakukan fogging,” terang Anik Setiyarini, Kepala Bidang Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit di Dinkes Ponorogo, pada Jumat (2/2/2024).

Sesi fogging pertama dilakukan oleh petugas Dinkes Ponorogo pada Kamis pagi (1/2/2024), dan sesi kedua pada Jumat (2/2/2024).

“Fogging adalah salah satu strategi kami. Selain itu, warga harus mematuhi PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk),” tekankan Anik dalam wawancara dengan TribunJatim.com.

Sementara itu, Surfachan, Kepala Puskesmas Setono, mengungkapkan bahwa laporan kasus Chikungunya muncul pada awal Januari 2024. Mereka yang merasakan nyeri pada persendian mencari perawatan medis di Polindes Trenceng.

“Beberapa warga mengeluhkan nyeri persendian saat diperiksa. Kami melakukan Rapid Diagnosis Test (RDT) untuk Chikungunya, dan hasilnya memastikan keberadaan virus tersebut,” ungkap Farchan, panggilan akrab Sufarchan.

Setelah diagnosa positif, tim medis dari Puskesmas Setono melakukan penyelidikan epidemiologi, menilai kondisi kesehatan masyarakat, dan memberikan panduan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Fogging hanyalah salah satu langkah kami. Warga harus terus meningkatkan upaya PSN, karena kami menemukan larva nyamuk di beberapa rumah,” pungkas Farchan.

Warga Dusun Trenceng, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, telah mengalami tiga bulan kegelisahan karena hampir seluruh komunitas berjuang melawan wabah Chikungunya. Pengamatan di lokasi menunjukkan beberapa warga berjemur di bawah sinar matahari pagi, meyakini hal itu dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan.

Wabah Chikungunya ini tidak hanya mempengaruhi sebagian kecil, melainkan ratusan warga di Dusun Trenceng, menekankan urgensi koordinasi untuk menangani penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.