,

DPRD Banjarmasin Menaikkan Kewaspadaan karena Kasus DBD Meningkat, Desak Tindakan Segera

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Banjarmasin – Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin, Mathari, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di daerah tersebut. Menurutnya, situasi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Hanya dalam beberapa hari awal Februari, kasus DBD di Banjarmasin melonjak lebih dari 100 persen, mencapai total 17 kasus. Mathari mengungkapkan bahwa telah mengamati data kasus DBD di kota kita pada bulan Januari. Awalnya, ada delapan kasus, namun dalam beberapa hari terakhir bulan ini, kasus tersebut meningkat secara signifikan, bahkan melebihi 100 persen.

banner 336x280

Ia menyoroti bahwa data ini mengindikasikan memburuknya situasi kesehatan di daerah tersebut akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Berita terbaru melaporkan adanya kematian seorang anak yang diduga terkait dengan DBD. “Kita sangat prihatin dan berduka jika informasinya benar bahwa sudah ada korban jiwa akibat DBD,” ungkap Mathari.

Dalam pernyataannya, Mathari menekankan perlunya langkah-langkah pencegahan yang cepat dan nyata, terutama dari pemerintah kota dan dinas kesehatan kota. Ia mendesak tindakan segera untuk mencegah korban lebih lanjut. “Saya menyesal harus mengatakan bahwa saya belum melihat adanya gerakan nyata yang signifikan dari Dinas Kesehatan dalam menangani masalah DBD. Harus ada fogging atau penyemprotan asap untuk membunuh nyamuk atau metode lain untuk menghilangkan sarang nyamuk,” tandas Mathari.

Ia menegaskan pentingnya langkah-langkah pencegahan proaktif, termasuk peningkatan jumlah petugas pemantau jentik (Jumantik) ke rumah-rumah. “Hal ini juga harus melibatkan kampanye sosialisasi yang intensif di seluruh masyarakat,” tambah Mathari.

Menurut Mathari, pemerintah setempat, khususnya administrasi kota, seharusnya sudah siap menghadapi tantangan terkait cuaca yang menyebabkan kasus DBD sering meningkat. Persiapan ini akan memastikan tidak ada korban jiwa akibat penyakit tersebut.

Mathari mengusulkan agar Pemerintah Kota Banjarmasin tidak hanya menggerakkan dinas kesehatan, tetapi juga melibatkan relawan dari berbagai organisasi sosial untuk mencegah dan mengatasi masalah DBD. Ia menyarankan memberikan insentif bagi transportasi sebagai penghargaan terhadap upaya mereka.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti pedoman pencegahan serangan nyamuk DBD, seperti menjaga kebersihan lingkungan. “Jika ada yang mengalami gejala seperti DBD, segera bawa ke rumah sakit; jangan terlambat,” desak Mathari.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.