, ,

Pasar Otomotif RI Terapung Selama 10 Tahun, Tantangan Hadapi Mobil Listrik Murah

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

KeludNews.com – Pasar otomotif Indonesia diketahui mengalami stagnasi selama satu dekade terakhir, dengan penjualan mobil domestik bertengger di level 1 juta unit, meskipun kapasitas produksi pabrikan mencapai 2 juta unit. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri, terutama dengan terus bertambahnya pemain baru yang mendirikan pabrik.

Menanggapi situasi ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa solusi untuk menggerakkan pasar otomotif nasional adalah dengan membuat harga mobil listrik (electric vehicle/EV) menjadi lebih terjangkau. Airlangga berpendapat bahwa langkah ini akan meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada gilirannya akan mendorong peningkatan penjualan.

banner 336x280

“Dalam rangka mendorong pasar, pasar domestik harus bersaing dalam hal harga. Selain itu, fitur kendaraan juga harus semakin modern,” ujar Airlangga di Jakarta pada Senin (5/2/2024). “Salah satu cara yang dapat kita tempuh adalah dengan mendukung mobil listrik yang memiliki harga terjangkau bagi masyarakat,” lanjutnya. Meskipun tidak merinci strategi pemerintah dalam meningkatkan pasar otomotif, Airlangga yakin bahwa mobil listrik dengan harga yang terjangkau dapat menjadi pendorong perubahan, mengingat suksesnya program Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) pada 2013.

Program tersebut berhasil mencatat rekor penjualan mobil nasional mencapai 1,23 juta unit dalam satu dekade terakhir. Meskipun pasar nasional mengalami stagnasi, peningkatan ekspor kendaraan menjadi sorotan positif. Airlangga menjelaskan, “Stagnasi pasar sebelumnya disebabkan oleh Covid-19 yang mengganggu mobilitas. Namun, sekarang kita sudah pulih, dan ada lonjakan ekspor yang mencapai lebih dari 400.000 unit.”

Sebelumnya, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, menyatakan bahwa kurangnya perubahan dalam level segmentasi kendaraan bermotor di Indonesia merupakan salah satu penyebab pasar domestik yang mandek. “Daya beli sebagian besar konsumen mobil berada di kisaran Rp 300 juta-Rp 400 juta, yang diduga menjadi faktor utama penjualan mobil yang tidak beranjak dari level 1 juta unit,” ujarnya.

Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa peluang perlu dimanfaatkan, seperti pertumbuhan kelas menengah di Indonesia, pembangunan infrastruktur, dan rasio kepemilikan mobil yang masih rendah di Indonesia, yaitu sekitar 99 mobil per 1.000 penduduk. Pemerintah dan pelaku industri otomotif diharapkan dapat bersinergi untuk menciptakan langkah-langkah inovatif guna menghadapi tantangan pasar otomotif yang terus berubah.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.