,

Skrining DNA HPV: Strategi Revolusioner Lawan Kanker Serviks di Indonesia

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

KeludNews.com – Kanker serviks menjadi momok yang mengintai para wanita di Indonesia, dengan tingkat kematian tertinggi akibat kanker. Untuk mengatasi tantangan ini, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menekankan pentingnya skrining sedini mungkin sebagai salah satu langkah efektif.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Kesehatan pada Jumat (2/2/2024), Dante mengungkapkan bahwa skrining kanker serviks memiliki peran krusial dalam mengurangi angka kematian yang tinggi akibat penyakit tersebut. Kanker serviks sendiri menempati peringkat kedua sebagai kanker paling umum pada perempuan di Indonesia, yang ironisnya, 70 persen dari mereka yang terdiagnosis sudah berada pada stadium lanjut.

banner 336x280

Dante menyatakan, “Skrining kanker serviks sebagai salah satu modalitas utama untuk menanggulangi tingginya angka kematian kanker serviks di Indonesia.” Beliau menyoroti fakta bahwa pengobatan pada stadium lanjut menjadi kurang efektif, menyebabkan 50 persen perempuan yang terdiagnosis meninggal dunia karena penyakit tersebut.

Kementerian Kesehatan telah meluncurkan sejumlah strategi proaktif untuk menghadapi masalah ini. Langkah-langkah tersebut melibatkan vaksinasi HPV bagi anak perempuan usia sekolah, skrining deteksi kanker serviks sedini mungkin, dan pilot project vaksinasi HPV gratis di sekolah-sekolah di Jakarta. Pemerintah juga memastikan perawatan yang adekuat untuk kanker serviks di Indonesia.

Selanjutnya, Kementerian Kesehatan memperkenalkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Kanker Serviks untuk Indonesia (2023-2030). Salah satu prioritas utama dalam RAN ini adalah skrining kanker serviks dengan target 75 persen dari semua perempuan berusia 30-69 tahun, dengan jaminan kualitas yang tinggi.

Sebagai bagian penting dari rencana aksi nasional ini, Kementerian Kesehatan merencanakan peralihan metode skrining kanker serviks primer dari metode konvensional ke skrining DNA HPV. Pada 2020, hanya 9,3 persen perempuan dalam populasi target yang tercakup oleh skrining kanker serviks melalui metode inspeksi visual asam asetat (IVA) dan pemeriksaan sitologi. Metode baru ini akan dilakukan dengan pedoman dan protokol klinis yang sesuai, termasuk transportasi untuk pengujian yang tersentralisasi, serta peningkatan kemampuan laboratorium.

Dengan terobosan ini, diharapkan dapat tercapai peningkatan signifikan dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker serviks di Indonesia. Keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan yang menjadi target skrining, dianggap krusial untuk menjamin keberhasilan implementasi langkah-langkah ini.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.