,

Kemenkes RI Meluncurkan Program Imunisasi Baru: Melawan Kanker dan Penyakit Mematikan pada Anak

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menandai langkah besar dalam upaya pencegahan penyakit dengan memperluas program imunisasi di seluruh Indonesia. Dalam upaya untuk menangkal penyakit yang menjadi ancaman utama bagi balita, khususnya pneumonia dan diare, Kemenkes RI kini memperluas imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) dan Rotavirus ke seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. Maxi Rein Rondonuwu D.H.S.M MARS, inisiatif ini merupakan bagian dari langkah progresif yang telah dimulai sejak 2016. Awalnya, imunisasi PCV diberlakukan di sejumlah daerah, termasuk Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat (NTB), serta beberapa wilayah di Jawa Barat dan Jawa Timur. Namun, pada tahun 2022, cakupan imunisasi PCV diperluas secara nasional untuk anak-anak mulai dari nol hingga 24 bulan.

banner 336x280

“Imunisasi PCV dan Rotavirus bertujuan untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap pneumonia dan diare, dua dari lima penyebab utama kematian balita di Indonesia,” ungkap Dirjen Maxi.

Selain itu, Kemenkes RI juga memperkenalkan tiga jenis vaksin baru, yaitu Human Papillomavirus Vaccine (HPV) untuk mencegah kanker, Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk melawan pneumonia, dan Rotavirus Vaccine (RV) untuk menangkal diare. Langkah ini menambah jumlah total vaksin dalam program imunisasi anak dari 11 menjadi 14.

Menanggapi perluasan ini, Dr. Maxi menyatakan, “Dengan penambahan jenis vaksin ini, kami berharap dapat meningkatkan perlindungan kesehatan anak-anak Indonesia dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.”

Program imunisasi yang diperluas juga melibatkan pemberian vaksin polio suntik dosis kedua atau IPV2 untuk meningkatkan perlindungan dari polio. Dengan demikian, jadwal imunisasi rutin anak akan mencakup 14 jenis vaksin, termasuk di antaranya BCG untuk tuberkulosis (TB), DPT-Hib untuk difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, dan Haemophilus influenzae tipe b.

Inisiatif ini juga menekankan pentingnya upaya pencegahan, yang merupakan bagian integral dari strategi kesehatan masyarakat. Melalui program ini, Kemenkes RI berharap dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, sehingga memberikan dampak positif bagi kesehatan generasi mendatang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.