,

Korea Utara Memutus Semua Kerja Sama Ekonomi dengan Korea Selatan

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Korea Utara telah mengambil langkah radikal dengan membatalkan semua perjanjian kerja sama ekonomi dengan Korea Selatan. Keputusan ini diumumkan oleh Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Resmi Korea Utara, KCNA, pada Kamis (8/2/2024).

Keputusan tersebut merupakan langkah formal yang diambil untuk mengikuti kebijakan Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara. Selain membatalkan perjanjian kerja sama, Majelis Rakyat Tertinggi juga memilih untuk menghapuskan undang-undang yang mengatur hubungan ekonomi antara kedua negara. Salah satunya adalah undang-undang yang terkait dengan proyek pariwisata Gunung Kumgang.

banner 336x280

Proyek pariwisata ini, yang dulu menjadi simbol kerja sama ekonomi antara Korea Utara dan Korea Selatan pada awal tahun 2000-an, telah menarik hampir 2 juta pengunjung dari Korea Selatan. Namun, proyek ini terhenti pada tahun 2008 setelah seorang turis Korea Selatan ditembak dan dibunuh oleh penjaga Korea Utara di zona terlarang.

Hyundai Asan, yang merupakan afiliasi dari konglomerat Hyundai Group dan telah menginvestasikan lebih dari 750 miliar won (564 juta dollar AS) dalam pengembangan proyek Kumgang, menolak untuk memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Respon dari Korea Selatan pun datang cepat. Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan bahwa langkah yang diambil oleh Korea Utara tidak mengejutkan dan hanya akan memperdalam isolasi mereka. Pihak Seoul juga menegaskan bahwa mereka tidak mengakui keputusan sepihak tersebut.

Selain proyek pariwisata Gunung Kumgang, langkah Korea Utara ini juga berpotensi memengaruhi zona industri Kaesong. Pada puncaknya, zona ini menampung pabrik-pabrik dari 125 perusahaan Korea Selatan dan mempekerjakan 55.000 pekerja Korea Utara. Namun, zona industri ini ditutup pada tahun 2016 setelah uji coba nuklir kelima Korea Utara dan peluncuran rudal balistik jarak jauh.

Meskipun demikian, Korea Selatan tetap menunjukkan sikap keras terhadap keputusan Korea Utara. Pada bulan Januari, Korea Selatan menutup sebuah yayasan milik negara yang mendukung pengembangan dan operasionalisasi zona industri Kaesong, menunjukkan bahwa proyek tersebut dianggap tidak mungkin dihidupkan kembali oleh pihak Seoul.

Ketegangan antara kedua Korea terus berlanjut, dan langkah-langkah seperti ini dapat memperdalam jurang di antara keduanya, menyulitkan upaya-upaya untuk mencapai perdamaian dan kerja sama di Semenanjung Korea.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.