, ,

Kim Jong Un Mempertegas Niat Tak Ragukan Akhiri Korea Selatan Jika Diserang

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, menghadirkan klaim yang mengejutkan dengan menegaskan bahwa negaranya tidak akan ragu untuk mengakhiri Korea Selatan (Korsel) jika diserang. Pernyataan kontroversial ini disampaikan dalam kunjungan Kim ke pabrik-pabrik senjata besar, seperti yang dilaporkan oleh media pemerintah Korut, Korea Central News Agency (KCNA).

Dalam laporannya pada hari Rabu, Kim menegaskan bahwa prioritas bagi Pyongyang adalah untuk meningkatkan kemampuan militer guna pertahanan diri dan untuk mencegah perang nuklir. “Jika Korea Selatan berani menggunakan angkatan bersenjata melawan Korea Utara atau mengancam kedaulatan dan keamanan, kami tidak akan ragu untuk mengakhiri Korea Selatan dengan segala cara yang tersedia,” demikian laporan KCNA.

banner 336x280

Pernyataan kontroversial ini mendapat sorotan dari berbagai pihak, mengingat hubungan yang tegang antara kedua Korea. Kim juga kembali menegaskan niatnya dalam pidatonya di Majelis Rakyat Tertinggi Korut pada Senin (15/1) waktu setempat, seperti dilaporkan oleh Reuters dan The Star.

Kim menyerukan perubahan konstitusi Korut untuk menegaskan Korea Selatan sebagai ‘musuh utama’ dan menilai bahwa unifikasi dengan Korsel tidak lagi mungkin. Dia menyalahkan Seoul atas upaya untuk menumbangkan pemerintahannya serta memandang Korea Selatan sebagai ancaman yang perlu dihadapi secara tegas.

Di tengah ketegangan ini, Kim Jong Un juga menolak kemungkinan rekonsiliasi antara kedua Korea. Dia menyebut Korea Selatan sebagai “antek kelas atas” dari kekuatan luar yang terobsesi dengan tindakan konfrontatif. Kim bahkan memerintahkan penghapusan simbol-simbol rekonsiliasi antar-Korea dari sejarah nasional Korut.

Dalam sumpahnya, Kim bersikeras bahwa Pyongyang tidak akan ragu untuk ‘mengakhiri’ Korea Selatan jika terjadi serangan. Kim menyatakan bahwa perdamaian tidak bisa didapatkan melalui negosiasi semata, dan menegaskan kembali bahwa keputusan untuk mengidentifikasi Korea Selatan sebagai musuh utama adalah langkah yang tepat untuk keamanan negara.

Reaksi atas pernyataan kontroversial Kim Jong Un ini tersebar luas di dunia internasional. Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, menyebut rezim Korut sebagai “tidak rasional” dan memperingatkan kemungkinan provokasi lebih lanjut, termasuk serangan siber dan gangguan pesawat tak berawak. Sementara itu, parlemen Korut mengumumkan langkah-langkah keras terhadap Korea Selatan, termasuk penghapusan undang-undang kerja sama ekonomi.

Kim Jong Un mempertahankan keputusannya dengan meningkatkan pengujian senjata, termasuk peluncuran rudal jelajah yang dapat menambah ketegangan regional. Langkah-langkah ini menimbulkan kekhawatiran bahwa situasi di Semenanjung Korea semakin tidak stabil dan dapat berdampak luas di tingkat internasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.