,

UNRWA Menepis Klaim Israel Temukan Terowongan Hamas di Bawah Markas Besarnya di Gaza

oleh -2 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Dalam perkembangan mengejutkan, Badan Bantuan dan Pekerjaan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dengan tegas membantah klaim Israel tentang penemuan terowongan Hamas di bawah markas besarnya di Kota Gaza. Klaim militer Israel tersebut langsung ditolak oleh UNRWA.

Dilansir dari AFP pada Minggu (11 Februari 2024), UNRWA menyatakan bahwa mereka telah menghentikan operasi di lokasi tersebut sejak 12 Oktober 2023, hanya lima hari setelah militan Hamas menyerang bagian selatan Israel. Mereka juga menyerukan dilakukannya penyelidikan independen terhadap klaim Israel.

banner 336x280

UNRWA telah berada di bawah pengawasan ketat sejak memberhentikan beberapa stafnya bulan lalu menyusul tuduhan Israel bahwa mereka terlibat dalam serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober.

Pasukan Israel dan badan keamanan Shin Bet menyatakan bahwa operasi terbaru di Gaza mengarah pada penemuan lubang terowongan di dekat sebuah sekolah yang dioperasikan oleh UNRWA.

“Poros tersebut mengarah ke terowongan teror bawah tanah yang berfungsi sebagai aset penting intelijen militer Hamas, melewati di bawah sebuah gedung yang menjadi markas besar UNRWA di Jalur Gaza,” demikian pernyataan militer Israel.

“Mari kita pahami, infrastruktur listrik di dalam terowongan itu, yang memiliki panjang 700 meter dan berkedalaman 18 meter, terhubung ke kantor pusat badan tersebut. Ini menunjukkan bahwa fasilitas UNRWA menyediakan listrik bagi terowongan tersebut,” tambah mereka.

“Selain itu, dokumen dan gudang senjata di kompleks PBB itu juga mengkonfirmasi bahwa kantor tersebut telah digunakan oleh teroris Hamas,” klaim militer Israel.

Namun, UNRWA menolak klaim tersebut. Mereka menegaskan bahwa staf mereka telah meninggalkan lokasi tersebut setelah mendapat instruksi dari pasukan Israel saat terjadi peningkatan serangan bom di daerah tersebut.

“Kami tidak menggunakan kompleks itu sejak kami meninggalkannya, dan kami tidak mengetahui adanya aktivitas apa pun yang mungkin terjadi di sana,” ungkap UNRWA.

Israel Desak Ketua UNRWA Mundur

Dubes Israel untuk PBB, Gilad Erdan, mendesak Ketua UNRWA, Philippe Lazzarini, untuk bertanggung jawab dan mengundurkan diri atas dugaan penggunaan sekolah-sekolah UNRWA oleh Hamas.

Seperti dilaporkan oleh Al Jazeera pada Minggu (11 Februari 2024), desakan tersebut datang setelah Philippe Lazzarini membantah mengetahui adanya terowongan Hamas di bawah lokasi UNRWA di Gaza, yang sebelumnya diklaim oleh militer Israel.

Menanggapi Komisaris Jenderal UNRWA, Erdan menulis di Twitter, “Bukan bahwa Anda tidak tahu, Anda tidak ingin tahu.”

“Kami menemukan terowongan teror di bawah sekolah UNRWA dan memberikan bukti bahwa Hamas mengeksploitasi UNRWA,” ungkap Erdan.

“Kami memohon agar Anda melakukan pencarian menyeluruh di semua fasilitas UNRWA di Gaza. Namun, Anda tidak hanya menolak, Anda juga memilih untuk mengubur kepala Anda di pasir,” tambahnya.

Bantahan dari Ketua UNRWA

Respons dari Erdan mengikuti cuitan dari Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, yang menyatakan bahwa staf UNRWA telah meninggalkan kompleks tersebut pada 12 Oktober.

Lazzarini mengatakan bahwa pasukan Israel belum memberitahu secara resmi kepada UNRWA tentang adanya terowongan di bawah markas besarnya di Kota Gaza yang ditinggalkan pada awal Oktober tahun lalu.

UNRWA telah menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan kompleks tersebut setelah staf mereka meninggalkannya pada 12 Oktober mengikuti perintah evakuasi Israel saat serangan bom meningkat di daerah tersebut.

Lazzarini menambahkan bahwa UNRWA hanya mengetahui tuduhan tersebut dan kehadiran pasukan Israel di markas besarnya melalui laporan media. Dia meminta dilakukannya penyelidikan independen, mengatakan, “Laporan media terbaru memerlukan penyelidikan independen yang saat ini tidak mungkin dilakukan mengingat Gaza adalah zona perang aktif.”

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.