,

Waspadalah! Leptospirosis Mengintai di Musim Hujan, Anak-Anak Harus Hindari Main Air Banjir

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Musim hujan tidak hanya membawa hembusan angin segar dan kesegaran alam, tetapi juga meningkatkan risiko terkena beberapa penyakit, termasuk Leptospirosis. Leptospirosis, yang disebabkan oleh bakteri patogen Leptospira sp., menjadi perhatian serius kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang seringkali tidak menyadari bahaya main air banjir.

Menurut keterangan dari Kementerian Kesehatan, bakteri Leptospira sp. dapat bertahan hidup di dalam ginjal tikus dan menyebar melalui urin hewan tersebut. Bakteri ini bisa hidup di lingkungan dengan suhu 28-30°C dan pH 7-8, optimal untuk berkembang biak. Namun, dalam air payau atau lingkungan dengan salinitas tinggi, bakteri ini hanya bertahan dalam hitungan jam.

banner 336x280

Leptospira masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka terbuka, selaput lendir, atau konsumsi air serta makanan yang terkontaminasi. Gejala awalnya seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri betis, dan kelelahan. Namun, jika tidak segera diobati, Leptospirosis bisa menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan ginjal, hati, pernapasan, hingga kematian.

Dalam kondisi musim hujan, kasus Leptospirosis cenderung meningkat karena lingkungan yang mendukung penyebaran bakteri Leptospira. Banjir dan genangan air kotor dari sungai serta selokan dapat menjadi sarang bagi bakteri patogen ini. Oleh karena itu, para ahli kesehatan menyarankan untuk menghindari anak-anak bermain di air banjir.

“Jadi hindari anak-anak bermain di air banjir,” ujar Profesor DR dr. Rini Sekartini, SpAK, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. “Pastikan kebersihan diri dan makanan terjaga. Selalu cuci tangan dengan benar, ikuti langkah-langkah 7 langkah cuci tangan dengan air mengalir,” tambahnya seperti yang dilaporkan oleh Antara.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan saat musim hujan antara lain menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu karet dan sarung tangan saat berinteraksi dengan air banjir, menghindari kontak langsung dengan lingkungan kotor, menggunakan air bersih untuk keperluan rumah tangga, serta membersihkan anggota tubuh dengan air sabun setelah terpapar air banjir.

Jika seseorang mengalami gejala Leptospirosis seperti demam, sakit kepala, nyeri betis, atau gejala lain setelah terpapar faktor risiko, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah kunci untuk mengurangi risiko terkena Leptospirosis di musim hujan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.