,

Ancaman Israel Serang Rafah Saat Ramadan Jika Hamas Tak Bebaskan Sandera

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Israel mengancam akan melancarkan serangan ke kota Rafah selama bulan suci Ramadan jika Hamas tidak mau melepaskan sandera yang mereka tahan. Ancaman ini disampaikan oleh Menteri Kabinet Perang Israel, Benny Gantz, dalam sebuah pernyataan yang menegaskan keseriusan Israel terhadap situasi yang sedang berkembang di wilayah tersebut.

“Dengan sangat jelas, saya katakan ini, Hamas memiliki pilihan. Mereka bisa menyerah, melepaskan sandera, dan dengan begitu, warga Gaza bisa merayakan hari raya Ramadan,” tegas Gantz dalam konferensi pers di Yerusalem, seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency pada Senin (19/2/2024).

banner 336x280

Rafah, yang dihuni oleh lebih dari 1,4 juta penduduk, telah menjadi tempat perlindungan bagi banyak warga Palestina sejak serangan Israel di Jalur Gaza pada Oktober tahun lalu.

Gantz menegaskan bahwa Israel akan berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan Mesir dalam rencana serangan ke Rafah, dengan tujuan meminimalkan korban sipil. Mantan Menteri Pertahanan Israel ini menekankan pentingnya koordinasi tersebut untuk menghindari kerugian di kalangan warga sipil.

Dalam pernyataannya di Yerusalem, Gantz kembali mengancam akan memperluas serangan militer Israel ke wilayah Rafah jika sandera yang ditahan Hamas tidak segera dikembalikan.

“Dunia harus tahu, dan para pemimpin Hamas harus memahami bahwa jika sandera kami tidak kembali ke rumah selama Ramadan, pertempuran akan meluas ke wilayah Rafah,” tandasnya.

Ancaman ini sebelumnya juga disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dilansir oleh AFP pada Minggu (18/2), Netanyahu mengindikasikan bahwa Israel akan merasa kalah dalam konflik dengan Hamas jika tindakan militer di Rafah tidak diambil.

“Bahkan jika kami harus mencapainya, kami akan masuk ke Rafah,” tegas Netanyahu.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.