,

Harga Minyak Dunia Anjlok, Permintaan Menurun Berimbas Signifikan

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan dalam perdagangan baru-baru ini, mencerminkan kekhawatiran terhadap permintaan global yang melambat. Meskipun konflik geopolitik di Timur Tengah mempengaruhi pasar, penurunan permintaan dari negara-negara konsumen utama seperti China telah memberikan dampak yang lebih besar.

Pada perdagangan Selasa, harga minyak Brent berjangka turun sebesar US$ 1,22, atau sekitar 1,5%, mencapai level US$ 82,34 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga mengalami penurunan sebesar US$ 1,01 atau 1,3%, menjadi US$ 78,18 per barel.

banner 336x280

Kondisi ini terjadi karena kekhawatiran terhadap permintaan global mengimbangi dukungan harga dari konflik Israel-Hamas dan ancaman kenaikan suku bunga. Meskipun AS kembali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB terkait perang Israel-Hamas, investor lebih fokus pada lesunya permintaan global, terutama setelah China mengumumkan penurunan suku bunga acuan hipotek terbesar sejak 2019.

Menurut analis pasar IG, Tony Sycamore, “Pasar minyak mentah sedikit lebih rendah dalam perdagangan yang tenang selama liburan Hari Presiden di AS dan karena kekhawatiran permintaan mengimbangi ketegangan geopolitik Timur Tengah yang sedang berlangsung.”

Laporan terbaru dari Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan bahwa permintaan minyak tahun 2024 akan turun hampir satu juta barel per hari dari perkiraan sebelumnya. IEA memproyeksikan pertumbuhan sebesar 1,22 juta barel per hari, sementara OPEC memperkirakan angka yang lebih tinggi, yaitu 2,25 juta barel per hari.

Selain itu, perselisihan antara IEA dan OPEC juga terjadi dalam proyeksi tentang peralihan ke energi terbarukan. IEA memperkirakan puncak permintaan minyak akan terjadi pada tahun 2030, sementara OPEC meyakini bahwa penggunaan minyak akan terus meningkat selama dua dekade mendatang.

Di Amerika Serikat, pabrik penyulingan minyak beroperasi pada tingkat yang lemah karena pemeliharaan musiman dan pemadaman yang tidak direncanakan. Namun, analis memperkirakan bahwa cuaca musim dingin yang lebih hangat dapat mendorong pabrik penyulingan untuk menaikkan harga.

Meskipun demikian, kekhawatiran terhadap permintaan yang lesu terus memberikan tekanan pada harga minyak dunia, dengan para analis memperhatikan bahwa peningkatan signifikan dalam persediaan minyak mentah AS juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.

Peningkatan ini terjadi meskipun tingkat pemanfaatan kilang AS diperkirakan meningkat, menurut jajak pendapat awal Reuters. “Peningkatan yang jauh lebih besar tidak boleh dikesampingkan mengingat ketidakpastian cuaca tahun ini,” kata presiden Ritterbusch and Associates di Galena Illinois, Jim Ritterbusch.

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pasar minyak dunia, para pelaku industri dan investor terus memantau perkembangan situasi yang dapat berdampak pada harga minyak di masa mendatang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.