, ,

Inilah Keunikannya! Diskon Pajak hingga 10% untuk Pembelian Mobil Listrik Mulai Februari 2024

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Mulai Februari 2024, pembelian mobil listrik akan mendapat perlakuan istimewa berkat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 8 Tahun 2024. PMK ini memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) yang dapat mencapai 10% untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai roda empat tertentu.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong peralihan dari penggunaan energi fosil ke energi listrik. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Dwi Astuti, menjelaskan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat mengakselerasi investasi dalam ekosistem kendaraan listrik.

banner 336x280

“Pemberian insentif PPN DTP ini diberikan dalam rangka transformasi ekonomi untuk meningkatkan daya tarik investasi ekosistem kendaraan listrik dan peralihan dari energi fosil ke energi listrik,” ujarnya.

Insentif PPN DTP ini diberikan berdasarkan persentase tertentu dari harga jual, tergantung pada kriteria nilai TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri). Misalnya, untuk kendaraan berbasis baterai bus tertentu dengan nilai TKDN 20%, insentif PPN DTP sebesar 5% dari harga jual.

Pentingnya insentif ini tergambar ketika PT Primbono membeli kendaraan berbasis baterai bus tertentu senilai Rp 2.000.000.000,00. Dengan adanya insentif PPN DTP, harga yang harus dibayarkan hanya Rp 2.120.000.000,00, dibandingkan dengan Rp 2.220.000.000,00 jika tanpa insentif tersebut.

Selain insentif PPN, pemerintah juga memberikan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk impor dan/atau penyerahan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai roda empat tertentu. Ini diatur dalam PMK Nomor 9 Tahun 2024.

Dwi menjelaskan bahwa tujuan pemberian insentif PPnBM DTP adalah untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional dan mempercepat penggunaan kendaraan bermotor listrik.

Sebagai contoh, PT Mobil Listrik melakukan impor kendaraan berbasis baterai roda empat tertentu senilai Rp 30.000.000.000,00. Dengan adanya insentif PPnBM DTP, PT Mobil Listrik hanya membayar Rp 33.300.000.000,00, dibandingkan dengan Rp 37.800.000.000,00 jika tanpa insentif.

Perlu dicatat bahwa insentif ini hanya berlaku selama tahun anggaran 2024, mulai dari bulan Januari hingga Desember. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mendukung peralihan menuju kendaraan ramah lingkungan.

Dengan adanya insentif ini, diharapkan lebih banyak orang akan beralih ke kendaraan listrik, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi masalah lingkungan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.