,

Gagalnya Impor Beras Jutaan Ton Picu Lonjakan Harga yang Tak Terduga

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Harga beras telah mencapai puncaknya di pasaran Indonesia, mencatat lonjakan yang signifikan dari sebelumnya. Dari kisaran biasa sekitar Rp12 ribu – Rp14 ribu per kilogram (kg), harga beras sekarang telah menembus angka di atas Rp18 ribu per kg.

Menurut Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi Sarijowan, harga beras saat ini adalah yang tertinggi sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Ya (harga beras premium Rp18.500 per kg tertinggi di era Presiden Jokowi). Hati-hati, jika pasar tradisional stok berasnya tidak melimpah tentu akan terganggu distribusi pangan rakyat yang ada di pasar,” ujarnya.

banner 336x280

Namun, kebingungan masyarakat tidak hanya terjadi di pasar tradisional, bahkan di ritel modern, beras premium juga menghilang secara mendadak. Banyak toko yang kehabisan stok beras untuk dijual.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada tahun 2023, impor beras mencapai 3,06 juta ton, meningkat 613,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, meskipun banjir impor beras mencapai jutaan ton, hal tersebut tidak mampu membendung laju kenaikan harga. Beras tetap dijual dengan harga yang tinggi.

Analis Senior dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita, menjelaskan bahwa lonjakan harga beras ini terjadi karena ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan beras impor untuk program bantuan sosial (bansos) pemerintah, yang seharusnya menggunakan beras produksi dalam negeri.

Ronny menyarankan pemerintah untuk mempercepat distribusi beras impor ke pasar dan mempercepat distribusi hasil panen dalam negeri ke pasar sebelum memasuki bulan Ramadan. Ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga beras di pasar.

Namun, tidak hanya itu, Bhima Yudhistira dari Center of Economic and Law (CELIOS) menambahkan bahwa bansos beras pemerintah juga menjadi penyebab kelangkaan pasokan dan lonjakan harga. Selain itu, adanya Pemilu 2024 juga memperburuk situasi, karena banyak beras yang diborong oleh calon wakil rakyat untuk kepentingan kampanye mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, Bhima mengusulkan agar program bansos beras dihapuskan selama tahun politik, dan insentif diberikan kepada petani untuk meningkatkan produksi beras dalam negeri. Selain itu, tata niaga impor beras perlu diperbaiki agar lebih transparan dan terbuka bagi masyarakat.

Dengan demikian, terlihat bahwa kegagalan impor beras jutaan ton tidak hanya memicu lonjakan harga yang tak terduga, tetapi juga menimbulkan serangkaian masalah kompleks yang perlu segera diatasi oleh pemerintah agar stabilitas harga beras dan pasokan pangan terjaga.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.