,

Tragedi di Kolam Renang: Emosi Tamara Tyasmara Menguak Misteri Pembunuhan Dante

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Sebuah rekonstruksi mencekam mengungkapkan gelombang emosi yang tak terbendung dari Tamara Tyasmara saat memperagakan kembali momen tragis pembunuhan putranya, Dante (6), di sebuah kolam renang. Adegan-adegan dramatis itu mengungkapkan perasaan terdalam seorang ibu yang kehilangan anaknya, sekaligus mengungkap potongan-potongan misteri dalam kasus ini.

Momen dramatis terjadi saat rekonstruksi kasus kematian Dante diadakan pada Rabu (28/2). Rekonstruksi tersebut dilakukan di dua lokasi, yakni di Polda Metro Jaya yang menjadi representasi rumah tersangka Yudha Arfandi dan saksi Tamara, serta di kolam renang tempat kejadian perkara (TKP) di mana Dante ditenggelamkan.

banner 336x280

Kombes Wira Satria Triputra, Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa rekonstruksi ini bertujuan untuk mencocokkan keterangan tersangka, saksi, serta bukti dan petunjuk yang ada.

Sebanyak 102 adegan direka ulang di kolam renang, di mana tersangka Yudha Arfandi terlibat dalam 69 adegan di antaranya, dengan tindakan menenggelamkan korban sebanyak 12 kali. Sedangkan di Polda Metro Jaya, ada 12 adegan yang direka ulang, sehingga total ada 115 adegan yang direka ulang dalam rekonstruksi ini.

Pada momen reka ulang di Polda Metro Jaya, Tamara Tyasmara, ibu dari Dante, terlibat dalam adegan dramatis. Dia beradegan dengan tersangka Yudha Arfandi, yang juga kekasihnya. Keduanya memainkan adegan di mana Tamara mengkomunikasikan keberangkatannya via WhatsApp sebelum membawa Dante ke rumah Yudha.

Tamara terlihat memegang ponsel tanpa menoleh ke belakang di mana Yudha berdiri, menampilkan rasa kesedihan dan kekecewaannya. Sementara Yudha hanya menatap lurus ke depan tanpa berkomentar.

Di kolam renang, Tamara menyaksikan dengan seksama rekonstruksi pembunuhan anaknya. Namun, ketika berpapasan dengan Yudha setelah rekonstruksi selesai, emosinya meluap. Dengan nada tinggi, Tamara menghardik Yudha karena merasa tersindir oleh sikapnya.

Di sisi lain, keluarga Yudha juga turut hadir dalam rekonstruksi tersebut, membawa spanduk dukungan terhadapnya. Spanduk tersebut bertuliskan kata-kata semangat dan doa bagi Yudha, meskipun kuasa hukumnya mengaku tidak mengetahui identitas orang-orang yang membawanya.

Kasus ini terus menarik perhatian publik dengan setiap perkembangan dan reaksi emosional yang terungkap dalam proses penyelidikan. Keberadaan rekonstruksi memberikan gambaran mendalam tentang keadaan psikologis para pelaku dan saksi dalam tragedi ini, sementara dukungan dari pihak tertentu menambah dimensi kompleksitas dalam pemberitaan kasus ini.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.