Lebih dari 100 Warga Palestina Tewas Ditembak, Prancis Mendesak Keadilan

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memunculkan kemarahan yang mendalam terhadap penembakan mematikan yang menewaskan lebih dari 100 warga Palestina yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di Gaza. Ia bersikeras untuk menggugat “kebenaran dan keadilan” atas peran yang dimainkan oleh pasukan Israel dalam insiden tragis tersebut.

Menurut pihak berwenang Gaza, pasukan Israel membuka tembakan hingga menyebabkan kematian lebih dari 100 warga Palestina yang sedang menunggu bantuan. Namun, Israel membantah tuduhan tersebut dengan menyebut bahwa truk-truk bantuan yang mereka klaim dilindas dan menabrak kerumunan massa sebagai penyebab insiden tersebut.

banner 336x280

“Kami mengecam dengan keras gambar-gambar mengerikan yang berasal dari Gaza, di mana tentara Israel menargetkan warga sipil. Saya menuntut kebenaran, keadilan, dan kepatuhan terhadap hukum internasional,” tulis Macron dalam unggahannya di platform media sosial X pada Jumat (1/3/2024).

Presiden Macron menekankan perlunya penerapan gencatan senjata dalam konflik antara Israel dan Gaza. Menteri Luar Negeri Prancis, Stephane Sejourne, dalam wawancara dengan stasiun radio Inter Radio, menyatakan bahwa Paris akan memberikan dukungan penuh kepada PBB dalam upaya untuk menyelidiki insiden tersebut secara independen.

“Kondisi kemanusiaan beberapa minggu terakhir telah menjadi bencana, dan apa yang terjadi tidak dapat dibenarkan. Israel harus mendengarkan dan harus berhenti,” ujar Sejourne dalam wawancara tersebut.

Lebih lanjut, ia menambahkan, “Kita harus mengambil langkah lebih lanjut; orang-orang berjuang untuk mendapatkan makanan dan situasinya memanas. Saya mendengar permintaan dari Sekretaris Jenderal PBB untuk membuka penyelidikan independen, dan saya yakin Prancis akan mendukungnya.”

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menegaskan bahwa pembunuhan lebih dari 100 pencari bantuan kemanusiaan di Gaza membutuhkan penyelidikan independen. Dalam menjelang pertemuan di St. Vincent dan Grenadines, Guterres menyatakan bahwa ia “terkejut” dengan eskalasi terbaru dalam konflik Israel-Gaza yang telah menyebabkan kematian lebih dari 30 ribu warga Palestina.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.