,

“Suara Ketua PPP ‘Beremosi’, Pindah ke PSI di TPS Sampang”

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi, menyatakan kegeramannya terhadap perolehan suara di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur, yang tiba-tiba beralih ke PSI.

“Aku merasa jadi korban di Dapil saya. Di dua TPS, suaraku beralih ke PSI. Di TPS Desa Pangereman, Kecamatan Ketapang, ada suara yang berpindah ke PSI,” ujar Awiek, panggilan akrabnya, dalam wawancara.

banner 336x280

Awiek, yang merupakan petahana dan kembali mencalonkan diri dari Dapil Jawa Timur XI yang meliputi Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep pada Pemilu 2024, mengkritisi kebijakan KPU terkait Sirekap. Menurutnya, jika terdapat perbedaan perhitungan antara Sirekap dan perhitungan manual, maka perhitungan manual seharusnya dijadikan acuan sesuai ketentuan undang-undang.

“Masyarakat berhak untuk mengetahui dan mengaudit Sirekap ini. Oleh karena itu, perbaikan perlu dilakukan,” lanjutnya.

Awiek juga menegaskan bahwa peningkatan dan penurunan suara partai yang tiba-tiba di Sirekap KPU tidak wajar.

Awiek juga menyoroti penurunan jumlah suara PPP yang tercatat di Sirekap KPU secara tiba-tiba. Di sisi lain, ia mencatat adanya lonjakan suara untuk partai lain seperti PSI.

“Jadi, siapa yang bermain di sini? Itulah sebabnya saya mengatakan kepada KPU untuk tidak melakukan intervensi. Kami khawatir akan adanya oknum tertentu yang memanfaatkan situasi ini,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil real count sementara di Sirekap KPU pada Senin (4/3) pukul 07.00 WIB, persentase suara PPP berada di angka 4,01 persen dengan jumlah suara sebanyak 3.082.507.

Sementara itu, Juru Bicara PSI, Sigit Widodo, menganggap lonjakan suara partainya di Sirekap KPU masih wajar karena suara dari daerah-daerah kuat baru saja tercatat masuk rekapitulasi.

“Kenaikan ini adalah hal yang wajar. Kami melihat bahwa beberapa suara dari daerah kuat PSI baru saja mulai masuk. Memang, seharusnya seperti itu,” kata Sigit dalam kesempatan yang sama.

Komisioner KPU, Idham Holik, mengatakan bahwa hasil pemilu ditentukan melalui rekapitulasi manual berjenjang, bukan Sirekap. Menurutnya, saat ini penghitungan suara secara manual dan berjenjang masih dilakukan di tingkat kabupaten/kota.

Idham mengklaim bahwa proses rekapitulasi juga diawasi ketat oleh semua pihak, termasuk media massa.

“Proses rekapitulasi secara berjenjang dilakukan secara terbuka, tidak hanya disaksikan oleh saksi dan diawasi oleh Bawaslu, tetapi juga dipantau oleh pemantau terdaftar, disaksikan oleh masyarakat, dan diliput oleh jurnalis media massa,” ujar Idham saat siwawancarai pada hari Minggu.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.