Batu Bara Kiamat: 1 Juta Orang Indonesia Menghadapi Ancaman Terlunta-lunta

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Indonesia Ditekan untuk Tinggalkan Batu Bara, Namun Risiko Terbesar Ada pada Rakyat. Para pemimpin dunia, terutama dari negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, telah menyerukan kepada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk meninggalkan penggunaan batu bara. Alasannya jelas: batu bara dianggap sebagai sumber energi kotor dan salah satu penyumbang emisi terbesar.

Inisiatif Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan (Just Energy Transition Partnership – JETP) yang bernilai hingga US$ 20 miliar atau sekitar Rp 300 triliun telah diluncurkan untuk membantu Indonesia beralih ke energi bersih. Namun, di balik tawaran tersebut, terdapat ancaman serius bagi sekitar 1 juta orang Indonesia yang terancam kehilangan mata pencaharian mereka.

banner 336x280

Menurut Irwandy Arif, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Mineral dan Batu Bara, sektor pertambangan batu bara menyediakan pekerjaan bagi sekitar 300 ribu orang. Jika dihitung dengan anggota keluarga mereka, hampir 1 juta orang akan terdampak secara langsung jika industri batu bara di Indonesia ditutup.

“Tenaga kerja 300 ribu, kalau kita kali dengan jumlah setiap anggota 1 keluarga, hampir hidupi 1 juta orang,” ungkap Irwandy dalam sebuah acara seminar di Jakarta.

Sementara itu, data Ditjen Minerba Kementerian ESDM mencatat bahwa pada tahun 2023, jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sektor pertambangan mencapai 308.107 pekerja, sementara Tenaga Kerja Asing (TKA) mencapai 2.074 orang.

Belum lagi, cadangan batu bara di Indonesia sangat besar, mencapai 99,19 miliar ton dengan total cadangan sebesar 35,02 miliar ton. Dengan produksi tahunan sekitar 600 juta ton, batu bara masih dianggap sebagai sumber energi utama Indonesia untuk 10 hingga 20 tahun ke depan, bahkan mungkin hingga 40 tahun.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Tentu saja, meninggalkan batu bara tidak hanya berdampak pada sektor tenaga kerja. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pertambangan mineral dan batu bara pada tahun 2023 mencapai Rp 173 triliun, yang lebih tinggi dari target, namun lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Dengan target PNBP yang lebih rendah pada tahun 2024, yakni sebesar Rp 113,5 triliun, ada kekhawatiran bahwa kebijakan pengurangan penggunaan batu bara dapat merusak ekonomi nasional.

Sementara pemerintah berusaha untuk beralih ke energi bersih, perlu diingat bahwa transisi ini harus memperhitungkan dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul, terutama bagi jutaan pekerja dan keluarga mereka yang bergantung pada industri batu bara.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.