,

Permintaan Diskualifikasi Gibran Rakabuming Raka Menuai Kritik: Hotman Paris Sebutnya sebagai “Permohonan Cengeng”

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Dalam sebuah kejadian mengejutkan, perwakilan hukum pasangan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, menyebut kubu pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, sebagai “cengeng”. Hotman Paris, kuasa hukum tim Prabowo-Gibran, mengkritik permintaan dari kubu Anies dan Ganjar untuk mendiskualifikasi Gibran Rakabuming Raka dari Pemilihan Presiden 2024, menyebutnya sebagai tindakan yang cengeng.

“Ini benar-benar permohonan yang sangat-sangat cengeng,” ungkap Hotman Paris pada Senin (25/3/2024) ketika diwawancarai di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat. Hotman menjelaskan alasan di balik penilaiannya tersebut, dengan menyebut bahwa keduanya, kubu Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud, sebelumnya telah mengakui keabsahan Gibran sebagai calon wakil presiden nomor urut 2 sepanjang kampanye pemilu.

banner 336x280

Hotman merujuk pada konsep acceptance by conduct, dengan menegaskan bahwa tindakan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud selama proses pemilihan secara implisit menegaskan status Gibran. “Dua kali, pasangan calon 01 dan 03 mengakui validitas Gibran, pertama saat alokasi nomor oleh Komisi Pemilihan Umum,” ungkap Hotman. “Kedua, selama debat cawapres, Gibran diakui sebagai salah satu calon presiden oleh semua pasangan yang berpartisipasi. Berapa kali Gibran berdebat dengan cawapres pasangan 01 dan 03, itu atas undangan KPU, dan tidak ada protes satu pun. Jadi, mengapa menyalahkan KPU sekarang? Sepertinya agak cengeng bagi kami,” tambahnya.

Perlu dicatat bahwa kedua pasangan, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud, telah mengajukan gugatan terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi. Tim Anies-Muhaimin meminta ulang proses pemungutan suara tanpa calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka. Sementara itu, tim Ganjar-Mahfud mendesak Mahkamah Konstitusi untuk mendiskualifikasi pasangan nomor urut 2, Prabowo-Gibran, dari kontes politik dan melakukan pemungutan suara ulang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.