Suami Artis Sandra Dewi Ditahan Terkait Kasus Korupsi Timah: Siapa Sebenarnya Harvey Moeis?

oleh -3 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Di hadapan Dewan Keamanan PBB, Harvey Moeis, seorang pengusaha yang juga dikenal sebagai suami dari artis terkenal Sandra Dewi, menghadapi situasi yang tak terduga. Kejaksaan Agung telah menetapkan Harvey sebagai tersangka dalam kasus korupsi terkait tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk dari tahun 2015 hingga 2022.

Kelahiran pada 30 November 1985, Harvey Moeis memiliki darah keturunan Papua, Ambon, dan Makassar. Namun, sorotan publik terhadapnya tak hanya terkait dengan latar belakangnya yang multikultural, tetapi juga pernikahannya yang mewah dengan Sandra Dewi pada 8 November 2016, yang digelar di Cinderella’s Castle, Disneyland, Tokyo, Jepang.

banner 336x280

Selain menjadi pengusaha sukses, Harvey juga pernah menjadi duta produk Ferrari Roma, sebuah peran yang diemban bersama putranya pada tahun 2021. Namun, reputasinya tercoreng ketika perannya dalam kasus ini terungkap.

Menurut Kuntadi, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Harvey diduga sebagai perwakilan PT Refined Bangka Tin (RBT) yang berusaha mengakomodasi kegiatan pertambangan ilegal di wilayah IUP PT Timah. Harvey diduga telah menghubungi Direktur Utama PT Timah saat itu, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, untuk mengatur kerja sewa-menyewa peralatan pengolahan timah di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Kuntadi mengungkapkan bahwa Harvey diduga memerintahkan para pemilik smelter untuk menyisihkan sebagian keuntungan dari kegiatan ilegal tersebut, yang kemudian dibagi kepada beberapa pihak termasuk dirinya sendiri.

Ketika diselidiki lebih lanjut, dana yang diduga merupakan hasil korupsi ini disamarkan sebagai dana Corporate Social Responsibility dan disalurkan melalui PT QSE yang difasilitasi oleh tersangka lainnya, Helena Lim.

Sebagai konsekuensi atas perbuatannya, Kejaksaan Agung menahan Harvey Moeis di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari pertama sejak 27 Maret hingga 15 April 2024, dengan dakwaan berdasarkan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus ini tidak hanya mencoreng reputasi Harvey Moeis sebagai seorang pengusaha sukses, tetapi juga menyorot bagaimana kasus korupsi bisa merambah ke berbagai lapisan masyarakat, bahkan yang memiliki posisi dan koneksi yang tinggi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.