,

Saksi Sidang di MK: “02 Harus Menang untuk Keamanan,” Ungkap Warga Sampang

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Achmad Husairi, seorang warga dari Sampang, Madura, memberikan kesaksian mengejutkan dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). Husairi, yang dihadirkan oleh Tim Hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, mengungkapkan bahwa keamanan negara tergantung pada hasil pemilu, dengan menyatakan bahwa “Kalau Ingin Aman, 02 Harus Menang.”

Dalam kesaksiannya, Husairi menyoroti kekhawatiran banyak warga yang tidak menerima C-1 Pemberitahuan, bahkan menyebabkan sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sepi pemilih. Ia sendiri dan rekannya, seorang ulama, mengalami kesulitan mencari TPS karena tidak mendapatkan undangan mencoblos.

banner 336x280

“Kami bahkan sampai harus mencari tahu lewat informasi DPT online KPU,” ujar Husairi. “Dan teman saya ternyata mencoblos di TPS lain setelah tidak menemukan undangan di TPS asalnya.”

Lebih lanjut, Husairi juga mengungkapkan dugaan adanya intimidasi yang dilakukan oleh oknum kepolisian terhadap kepala desa. “Beberapa oknum kepala desa di daerah saya didatangi oleh seorang polisi yang meminta agar mereka memenangkan pasangan capres-cawapres tertentu,” ungkapnya.

Namun, ketika diminta untuk mengungkapkan nama polisi tersebut, Husairi menolak dengan alasan keamanan dirinya. Meski demikian, Ketua MK Suhartoyo menekankan bahwa keterangan yang tidak lengkap dapat mempengaruhi evaluasi hakim terhadap kesaksian tersebut.

“Saya hadir di sini demi kebenaran,” tegas Husairi. “Namun, saya tidak bisa mengungkapkan nama polisi tersebut karena khawatir akan keselamatan diri saya.”

Sidang lanjutan perkara perselisihan hasil pemilu di MK terus menarik perhatian publik dengan munculnya kesaksian yang menggugah dari saksi-saksi seperti Husairi. Kasus ini menyoroti pentingnya keberlangsungan demokrasi dan proses pemilu yang adil demi stabilitas negara.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.