Wanita Enggan Copot Sepatu, Pembunuhan Sadis di Tangerang Terjadi

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Sebuah insiden mengerikan terjadi di Tangerang, tepatnya di Kelapa Dua, saat seorang wanita berusia 43 tahun, yang diidentifikasi sebagai ND, telah melakukan pembunuhan terhadap seorang pedagang berusia 53 tahun, RA. Kejadian tragis ini bermula dari sebuah perdebatan sepele yang berujung pada tindakan berdarah.

Pembunuhan itu terjadi pada Senin (1/4/2024), sekitar pukul 10.30 WIB, ketika korban, RA, berencana membeli beberapa barang di toko miliknya di Jalan Ruko Boutique Borobudur No 57, Bencongan Raya, Kelapa Dua, Tangerang. Namun, kejadian memilukan itu tidak disebabkan oleh perselisihan besar, melainkan karena sebuah permintaan sederhana.

banner 336x280

Menurut Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Stanlly Soselisa, awalnya ND masuk ke toko untuk membeli beberapa baju koko dan batik. Namun, permintaan korban untuk melepas sepatunya saat memasuki toko menimbulkan kekesalan pada pelaku. ND menolak untuk melepaskan sepatunya, dan setelah percakapan singkat, dia meninggalkan toko. Namun, sesaat setelahnya, kata-kata yang disampaikan oleh korban, RA, memicu kemarahan ND.

Merasa tersinggung oleh kata-kata tersebut, ND kembali ke tempat kejadian dengan membawa senjata mematikan. Dia mengambil sebilah samurai berukuran 50 sentimeter dari mobilnya dan menyergap korban di depan toko. Insiden tragis itu menyebabkan luka tusuk fatal di bagian dada kiri korban, bersama dengan beberapa luka lainnya di tubuhnya.

Polisi menduga motif di balik pembunuhan ini adalah sakit hati, meskipun kedua pihak tidak saling kenal sebelumnya. Berdasarkan keterangan polisi, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa korban memiliki utang pada pelaku atau bahwa mereka bertemu sebelum kejadian tragis itu terjadi.

Atas perbuatannya, ND kini dihadapkan pada ancaman hukuman 15 tahun penjara sesuai dengan Pasal 338 KUHP Sub 351 ayat 3. Selain itu, penyelidikan polisi juga melibatkan asal muasal pedang ‘Baton Sword’ yang digunakan oleh ND. Namun, polisi belum dapat memberikan penjelasan yang memuaskan mengenai alasan pelaku membawa senjata tajam tersebut.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang kesehatan mental dan perilaku manusia dalam menghadapi konflik sehari-hari, serta menyoroti pentingnya penegakan hukum dalam mencegah kekerasan yang tidak perlu di masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.